Cek Fakta! Beredar Tautan Pendaftaran BLT Kesra Rp 900 Ribu Desember 2025
Mataram (NTBSatu) – Beredarnya tautan pendaftaran BLT Kesra Rp 900 ribu untuk periode Desember 2025, ramai menarik perhatian warganet selama beberapa hari terakhir.
Banyak pengguna Facebook dan Instagram membagikan tautan tersebut dengan klaim, pemerintah membuka pendaftaran penerima baru.
Situasi ini menimbulkan kebingungan, sehingga pengecekan fakta menjadi penting agar masyarakat tidak terjebak informasi menyesatkan.
Narasi yang Beredar
Akun Facebook bernama bansos serta akun Instagram @bantuan_kesejahteraan_rakyat_b menyebarkan tautan, dengan klaim pemerintah membuka pendaftaran penerima BLT Kesra.
Unggahan tersebut menampilkan narasi ajakan dengan kalimat, “Allhamdulillah bantuan BLT KESRA Rp 900.000 mulai tersalurkan!!! Yg belum dapat segera daftar sekarang. Klik DAFTAR!!!!”.
Selanjutnya, narasi tersebut memancing rasa penasaran pengguna dan mendorong banyak orang mengakses tautan tanpa memahami risikonya.
Pemeriksaan terhadap tautan yang beredar menunjukkan halaman tersebut tidak terhubung ke situs Kementerian Sosial. Tautan itu justru meminta data pribadi, seperti nama lengkap serta nomor akun Telegram .
Kemudian, pola tersebut menyerupai modus phishing atau penipuan yang menargetkan pencurian data. Masyarakat perlu menghindari pengisian data pada tautan semacam itu untuk menjaga keamanan informasi pribadi.
Selain itu, pemerintah menyediakan akses pengecekan melalui situs cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi Cek Bansos.
Pengguna memilih wilayah domisili, memasukkan nama sesuai KTP, mengetik kode captcha , lalu menekan tombol “Cari Data”.
Sistem tersebut menampilkan status penerima, jenis bantuan, serta informasi pencairan. Sehingga, jika nama tidak muncul, sistem memberikan keterangan “tidak terdapat peserta/PM”.
Keluarga yang merasa memenuhi syarat dapat mengajukan usulan lewat aplikasi Cek Bansos atau pemerintah desa atau kelurahan. Mekanisme tersebut menjadi satu-satunya jalur resmi tanpa keterlibatan tautan lain yang beredar di media sosial.
Kesimpulan
Penelusuran menunjukkan tautan yang beredar sebagai pendaftaran BLT Kesra Rp 900 ribu untuk Desember 2025 muncul sebagai tautan tidak resmi.
Tautan tersebut tidak terhubung ke situs Kemensos dan meminta data penting yang seharusnya masyarakat simpan. Pola tersebut memperlihatkan tanda modus phishing yang menargetkan data pribadi pengunjung.
Pemerintah hanya menyediakan akses pengecekan melalui situs dan aplikasi resmi, sehingga masyarakat perlu mengutamakan saluran tersebut untuk menjaga keamanan data. (*)



