ADVERTORIALBappeda NTB

Sektor Kelautan Jadi Penopang Ekonomi Desa Pukat Sumbawa

Lombok Timur (NTBSatu) – Desa Pukat, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, terus mengandalkan sektor kelautan sebagai penopang utama perekonomian warganya.

Aktivitas nelayan di Dusun Labuan Bua dan Labuan Padi berlangsung setiap hari, dan menghasilkan ikan tidak kurang dari 500 kilogram hingga 1 ton dalam dua hari.

Produktivitas ini mendorong dinamika ekonomi masyarakat pesisir, sekaligus memperkuat posisi Desa Pukat sebagai sentra hasil laut di wilayahnya.

Kepala Desa Pukat, Zakariah menegaskan, aktivitas melaut menjadi tulang punggung ekonomi desa. Ia menyebut, nelayan setempat bekerja sepanjang tahun dan terus memasok hasil tangkapan segar ke berbagai pasar.

“Jadi tidak heran kesibukan di Dermaga Labuan Bua hampir tidak pernah berhenti karena masyarakat melakukan bongkar muat ikan sejak pagi hingga sore,” ucapnya, Sabtu, 29 November 2025.

Selain sektor perikanan, Desa Pukat turut mengembangkan potensi pertanian. Masyarakat mengolah lahan sekitar 350 hektare untuk menanam padi dan jagung dua kali setiap musim, sehingga membantu menjaga stabilitas produksi pertanian desa.

Zakariah menjelaskan, keberhasilan sektor laut dan pertanian ikut mendorong perkembangan pariwisata bahari di desa tersebut.

Aktivitas wisata laut menunjukkan tren meningkat karena wisatawan tertarik dengan suasana pesisir, aktivitas nelayan, dan potensi ekowisata di sekitar desa.

Percepatan Pembangunan

Pemprov NTB menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor strategis sesuai arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTB.

Kepala Bappeda Provinsi NTB, Iswandi mengatakan, RPJMD NTB tahun 2025, dijabarkan dalam tujuh misi pembangunan daerah dengan 10 program unggulan. Di mana di dalamnya terdapat tiga isu prioritas.

Tiga isu prioritas itu adalah pengentasan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan, dan menjadikan NTB sebagai destinasi wisata berkelas dunia.

“RPJMD ini dihajatkan untuk menjawab segala persoalan yang ada di NTB. Misalnya, tantangan seperti kemiskinan, kualitas pendidikan dan kesehatan, ketenagakerjaan, penyalahgunaan narkoba dan sebagainya,” kata Iswandi.

RPJMD NTB tahun 2025-2029 sebagai peta jalan pembangunan lima tahun ke depan. Visi yang akan dicapai adalah “Bangkit bersama menuju NTB Provinsi Kepulauan yang Makmur Mendunia”.

Selain itu, dukungan dalam RPJMD tersebut juga berfokus kepada sektor infrastruktur, kesehatan, dan sebagainya.

Pelaksanaan program pembangunan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini untuk menjawab target dan indikator RPJMD. Pemerintah memastikan, agar kebijakan pembangunan tetap berjalan secara terukur dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“RPJMD menjadi panduan kita bersama dalam melaksanakan program pembangunan. Setiap OPD wajib menyelaraskan kegiatan agar semua sektor bergerak menuju satu arah: kesejahteraan masyarakat NTB,” ujarnya.

Pada sektor infrastruktur, Pemprov NTB terus mengakselerasi pembangunan dan pemeliharaan jalan provinsi, peningkatan kualitas jembatan, serta memperluas akses konektivitas antarwilayah.

Program ini harapannya mampu memperkuat arus distribusi barang dan jasa, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Sementara pada sektor kesehatan, Pemprov NTB berkomitmen meningkatkan layanan dasar di seluruh fasilitas kesehatan, baik rumah sakit daerah maupun puskesmas. Pemerintah juga memperkuat sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta memperluas cakupan jaminan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu.

Sedangkan pada sektor pengentasan kemiskinan, Pemprov NTB mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan ekonomi. Termasuk program desa berdaya yang menyasar ribuan desa di NTB.

“Kita tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga manusia. Penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan RPJMD,” tegasnya. (*)

Berita Terkait

Back to top button