Kunjungan Wisata Hiu Paus Jadi Sumber Pembangunan Labuhan Jambu
Lombok Timur (NTBSatu) – Kunjungan wisata hiu paus terus menjadi sumber penghasilan dan pembangunan bagi Desa Labuhan Jambu, Kabupaten Sumbawa.
Pasalnya, wisatawan dari berbagai daerah berdatangan untuk menyaksikan kemunculan satwa langka tersebut di habitat alaminya.
Fenomena kemunculan hiu paus di perairan setempat menarik wisatawan melalui jalur laut maupun darat, sehingga aktivitas pariwisata di Labuhan Jambu meningkat signifikan.
Sejumlah kapal pinisi berdatangan setiap hari ke kawasan tersebut untuk mengangkut wisatawan yang ingin menikmati keindahan laut, sekaligus melihat langsung hiu paus.
Kepala Desa Labuhan Jambu, Suhardi mengungkapkan, lonjakan kunjungan wisatawan yang terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
Ia menyatakan, wisatawan memilih jalur laut menggunakan kapal pinisi maupun jalur darat untuk mencapai lokasi wisata bahari itu.
“Potensi utama desa kami sekarang adalah wisata hiu paus. Kunjungan luar biasa, ada yang pakai kapal pinisi, ada juga lewat darat,” kata Suhardi, Sabtu, 29 November 2025.
Ia menegaskan, antusiasme wisatawan menunjukkan besarnya peluang sektor pariwisata bahari dalam mendongkrak ekonomi masyarakat setempat.
Percepatan Pembangunan
Pemprov NTB menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor strategis sesuai arah kebijakan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi NTB.
Kepala Bappeda Provinsi NTB, Iswandi mengatakan, RPJMD NTB tahun 2025, dijabarkan dalam tujuh misi pembangunan daerah dengan 10 program unggulan. Di mana di dalamnya terdapat tiga isu prioritas.
Tiga isu prioritas itu adalah pengentasan kemiskinan ekstrem, penguatan ketahanan pangan, dan menjadikan NTB sebagai destinasi wisata berkelas dunia.
“RPJMD ini dihajatkan untuk menjawab segala persoalan yang ada di NTB. Misalnya, tantangan seperti kemiskinan, kualitas pendidikan dan kesehatan, ketenagakerjaan, penyalahgunaan narkoba dan sebagainya,” kata Iswandi.
RPJMD NTB tahun 2025-2029 sebagai peta jalan pembangunan lima tahun ke depan. Visi yang akan dicapai adalah “Bangkit bersama menuju NTB Provinsi Kepulauan yang Makmur Mendunia”.
Selain itu, dukungan dalam RPJMD tersebut juga berfokus kepada sektor infrastruktur, kesehatan, dan sebagainya.
Pelaksanaan program pembangunan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini untuk menjawab target dan indikator RPJMD. Pemerintah memastikan, agar kebijakan pembangunan tetap berjalan secara terukur dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“RPJMD menjadi panduan kita bersama dalam melaksanakan program pembangunan. Setiap OPD wajib menyelaraskan kegiatan agar semua sektor bergerak menuju satu arah: kesejahteraan masyarakat NTB,” ujarnya.
Pada sektor infrastruktur, Pemprov NTB terus mengakselerasi pembangunan dan pemeliharaan jalan provinsi, peningkatan kualitas jembatan, serta memperluas akses konektivitas antarwilayah.
Program ini harapannya mampu memperkuat arus distribusi barang dan jasa, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Sementara pada sektor kesehatan, Pemprov NTB berkomitmen meningkatkan layanan dasar di seluruh fasilitas kesehatan, baik rumah sakit daerah maupun puskesmas. Pemerintah juga memperkuat sistem pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta memperluas cakupan jaminan kesehatan bagi masyarakat tidak mampu.
Sedangkan pada sektor pengentasan kemiskinan, Pemprov NTB mengintegrasikan berbagai program pemberdayaan ekonomi. Termasuk program desa berdaya yang menyasar ribuan desa di NTB.
“Kita tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga manusia. Penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan RPJMD,” tegasnya. (*)



