Pemerintahan

5 Poin Penting Pidato Kenegaraan Prabowo di Sidang Tahunan MPR

Mataram (NTBSatu) – Presiden Prabowo Subianto menyinggung sejumlah poin penting dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR, dalam rangka menyambut peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 RI, Jumat, 15 Agustus 2025 kemarin.

Prabowo banyak bicara soal capaian pemerintahannya selama 299 hari sejak pelantikan pada 20 Oktober 2024 lalu. Mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, hingga pengentasan kemiskinan.

Ia menyampaikan, pidato dalam dua sesi. Pertama, soal capaian kinerja pemerintahan. Kemudian, laporan keuangan atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Berikut sejumlah poin penting pidato Prabowo di sidang tahunan MPR kemarin:

1. Transisi Pemerintahan

    Prabowo menyebut, transisi pemerintahan dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) ke dirinya berjalan mulus karena demokrasi khas Indonesia yang mengedepankan gotong royong.

    IKLAN

    Ketua Umum Partai Gerindra ini mengatakan, demokrasi ala Indonesia tidaklah untuk saling membenci, melainkan mengedepankan persatuan.

    “Ini lah yang harus kita pegang teguh demokrasi warisan nenek moyang kita adalah demokrasi yang sesuai kebudayaan kita, budaya kekeluargaan, gotong royong,” ucapnya seperti dikutip dalam YouTube Sekretariat Presiden.

    2. Singgung Elite “Merasa Pintar”

      Prabowo menyindir, ada kalangan elite di Indonesia yang merasa paling pintar dari kelompok lain. Menurutnya, mereka memandang bahwa pemikiran para pendiri bangsa seperti Ir. Sukarno, Moh Hatta, dan Sjahrir telah usang.

      Ia pun berpandangan bahwa pemikiran itu keliru. Prabowo menyebut, para pendiri bangsa itu merupakan generasi yang mengalami langsung penjajahan.

      “Saya melihat ada kecenderungan dari sebagian kaum elite Indonesia. Sebagian orang-orang yang memandang dirinya paling pintar di republik ini,” katanya.

      IKLAN

      1 2Laman berikutnya

      Alan Ananami

      Jurnalis NTBSatu

      Berita Terkait

      Back to top button