Ayah Juliana Marins Tuding Indonesia Lalai, Netizen Bereaksi Keras

Mataram (NTBSatu) – Insiden tragis yang menimpa pendaki asal Brasil, Juliana Marins di Gunung Rinjani kembali menuai sorotan publik internasional.
Setelah proses evakuasi yang berlangsung dalam kondisi medan ekstrem, sang ayah Juliana, Manoel Marins justru melontarkan tudingan bahwa Pemerintah Indonesia lalai dan sengaja memperlambat proses penyelamatan.
Manoel mengklaim, tim penyelamat Indonesia bertindak lamban saat putrinya mengalami kecelakaan fatal di kawasan berbahaya Gunung Rinjani.
Dalam video yang tersebar, terlihat jelas Juliana terjatuh di area tebing curam, sementara pemandunya berupaya menyelamatkan dengan peralatan terbatas. Sayangnya, tali yang dibawa tak cukup panjang untuk menjangkau posisi korban.
Alih-alih mengapresiasi jerih payah tim penyelamat, Manoel malah menyalahkan Pemerintah Indonesia atas kematian putrinya. Padahal, Tim SAR telah mempertaruhkan nyawa dalam proses pencarian dan evakuasi.
Meski akhirnya menemukan Juliana dalam kondisi tidak bernyawa, tim tetap menjalankan tugas mereka di medan yang penuh risiko.
Pernyataan Manoel sontak memancing reaksi keras dari warganet Indonesia. Banyak yang menyayangkan sikap sang ayah karena menilai tidak menghargai kerja keras Tim SAR.
Di sisi lain, sebagian netizen memahami perasaan kehilangan yang Manoel rasakan sebagai orang tua.
“Iyuhhhh anak lu datang sendiri tanpa persiapan dan nggak bisa diem,” kata @zahraisya.
@miss_dugoooong menjawab: “Sungguh tidak tahu berterima kasih.”
“Terima kasih untuk tim @agam_rinjani dan tim SAR yang luar biasa. Kalau keluarga korban ingin tahu, ikut saja penyelidikan biar tahu beratnya medan Rinjani,” kata netizen lain.
“Maklumi saja psikologis seorang ayah yang kehilangan anaknya. Tapi tetap respect buat tim SAR, dan kita sebagai bangsa juga harus introspeksi,” jawab @iducurly. (*)