BPS Ungkap Lonjakan Pengangguran Lulusan S2 2025, Tertinggi Tiga Tahun Terakhir

Mataram (NTBSatu) – Jumlah pengangguran dari kalangan berpendidikan tinggi terus meningkat. Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, per Februari 2025, sebanyak 1,01 juta lulusan diploma IV, sarjana, magister (S2), dan doktor (S3) tercatat menganggur.
Yang menarik perhatian, sebagian besar peningkatan terjadi di kelompok lulusan magister atau S2. Mereka yang telah menempuh pendidikan tinggi dua jenjang justru semakin banyak yang belum terserap di dunia kerja.
Jika dibandingkan dengan Februari tahun lalu, angka ini naik 15,92 persen. Bahkan dengan Agustus 2024, lonjakannya mencapai hampir 20 persen. Angka tersebut adalah jumlah tertinggi dalam tiga tahun terakhir, sejak Februari 2022.
Meski jumlah pengangguran tertinggi masih berasal dari lulusan SMA mencapai 2,04 juta orang.
Lonjakan di kelompok S2 menimbulkan pertanyaan baru soal relevansi pendidikan tinggi terhadap kebutuhan pasar tenaga kerja.
Sejak 2022, angka pengangguran lulusan pendidikan tinggi terus mengalami fluktuasi. Penurunan sempat terjadi pada Februari 2023, namun tren kembali menanjak sejak Agustus 2023 dan berlanjut hingga kini.
Data ini menjadi catatan penting. Lulusan perguruan tinggi, apalagi jenjang S2, selama ini dianggap lebih siap masuk dunia kerja. Namun kenyataan menunjukkan sebaliknya. Banyak yang justru menghadapi kesulitan saat mulai mencari pekerjaan.
Di sisi lain, secara nasional jumlah pengangguran Indonesia pada Februari 2025 tercatat mencapai 7,28 juta orang, atau naik 1,16 persen dari tahun sebelumnya. (*)