78 Persen Penyebab Kebutaan di NTB Akibat Katarak
Mataram (NTBSatu) – Angka kebutaan di NTB menempati posisi kedua di Indonesia, setelah Jawa Timur. Prevalensi kebutaannya adalah empat persen.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi menjelaskan, sebagian besar angka kebutaan di NTB disebabkan oleh katarak. Persentasenya mencapai 78,1 persen.
“NTB termasuk kebutaan yang cukup tinggi, ancaman kebutaan kita empat persen, tertinggi kedua secara nasional,” kata Gita, Kamis, 10 Oktober 2024.
Mantan Pj. Gubernur NTB itu menjelaskan, angka gangguan penglihatan di NTB mencapai 37 ribu kasus. Hampir 9.000 di antaranya adalah katarak.
“Sehingga, masih sangat perlu mendapat perhatian khusus terhadap kasus ini,” jelas Gita.
Sementara Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, Prima Yosephine mengatakan, berangkat dari kasus itu, perlu dilakukan skrining sejak dini. Terutama kepada anak-anak di Indonesia. Hal ini untuk mencegah meningkatkan angka gangguan penglihatan.
“Ini sangat penting agar bisa menentukan lebih dini. Maka, kita fokus pada anak-anak,” ujar Yosephine.
Menurutnya, gangguan penglihatan pada anak bisa mengganggu prestasi belajar pada anak-anak. Sehingga, lewat momentum Hari Penglihatan Sedunia ini, pihaknya menggelar kampanye untuk menjaga kesehatan mata pada anak bertemakan “Sayangi Mata Anak Kita.”
“Yang paling utama itu belajar anak bisa optimal, mungkin mereka selama ini belum optimal karena terganggu belajarnya. Itu yang kita bantu agar bisa belajar optimal,” ungkapnya.
Kemudian, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Lalu Hamzi Fikri mengatakan, pihaknya sudah turun langsung melakukan pengecekan kesehatan mata terhadap 400 anak di Kabupaten Lombok Barat. Hasilnya, 25 persen mengalami gangguan pengelihatan.
“Maka pentingnya kita melakukan skrining sejak dini untuk mencegah gangguan penglihatan. Karena tadi kalau anak-anak banyak mengalami gangguan, penglihatan akan banyak terdampak,” pungkasnya. (*)



