Oprit Jembatan Samota III Sumbawa Amblas, Akses Panen Jagung Terancam Terganggu
Meski demikian, pihaknya tidak ingin mengambil risiko. Pemerintah daerah berencana segera melaporkan kondisi tersebut kepada Balai Jalan Nasional, guna mendapatkan penanganan teknis lebih lanjut.
“Kami akan segera melaporkan kondisi ini ke Balai Jalan Nasional agar bisa segera dilakukan penanganan. Ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” katanya.
Ia menilai, langkah cepat tersebut penting, Mengingat, dalam dua hingga tiga bulan ke depan wilayah Moyo Utara dan sekitarnya akan memasuki musim panen jagung. Jembatan Samota III selama ini menjadi jalur utama mobilitas kendaraan pengangkut hasil pertanian masyarakat.
“Dalam waktu dua sampai tiga bulan mendatang akan memasuki musim panen jagung. Kendaraan pengangkut hasil panen dipastikan melintasi jalur ini, sehingga penanganan harus segera agar tidak menghambat distribusi hasil pertanian warga,” tambahnya.
Selain faktor cuaca, intensitas kendaraan bermuatan berat diduga turut mempercepat penurunan oprit. Pemerintah daerah mengimbau pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintasm sembari menunggu tindak lanjut perbaikan dari pihak terkait. (Marwah)



