14 Orang Tewas Akibat Banjir Bandang di Sitaro Sulawesi Utara
Jakarta (NTBSatu) – Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, dilanda bencana banjir bandang pada Senin, 5 Januari 2026, sekitar pukul 02.30 Wita. Peristiwa tersebut menewaskan sedikitnya 14 orang, sementara puluhan lainnya terdampak dan terpaksa mengungsi.
Banjir bandang terjadi akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Pulau Siau selama kurang lebih lima jam. Tiga kecamatan terdampak langsung dalam kejadian ini, yakni Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, dan Siau Barat.
Hingga Senin malam, 5 Januari 2026, tim gabungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro, serta tim SAR masih melakukan proses evakuasi dan pencarian korban di sejumlah lokasi terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro, Joicson Sagune mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah lokasi sebagai tempat pengungsian warga.
“Pengungsi berada di Museum Ulu dan Gereja Adven Bahu Ulu sebanyak 38 kepala keluarga. Serta, di Gereja Paseng Siau Barat sebanyak 36 kepala keluarga. Data lainnya masih menunggu karena terkendala akses jalan dan jaringan telepon yang terputus,” ujar Joicson dalam keterangan resminya.
Sementara itu, Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) XIII/Merdeka, Kolonel Inf Daniel ES Lalawi membenarkan jumlah korban jiwa akibat bencana tersebut.
Menurutnya, selain 14 orang meninggal dunia, sebanyak 25 orang mengalami luka-luka. Selain itu, satu orang masih hilang dan hingga kini masih dalam proses pencarian.
Sebagai langkah tanggap darurat, Kodam XIII/Merdeka melalui Dandim 1301/Sangihe telah mengerahkan personel TNI untuk membantu proses pencarian dan evakuasi korban. Serta, penanganan darurat bersama unsur Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir bandang dan longsor susulan, mengingat kondisi cuaca di wilayah tersebut masih belum stabil. (*)



