Kapitil Resmi Masuk KBBI sebagai Lawan Kata Kapital, Warganet Heboh dan Geli
Mataram (NTBSatu) – Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kembali menarik perhatian publik, setelah menetapkan “Kapitil” sebagai lawan kata resmi dari “Kapital”.
Istilah “Kapitil” merujuk pada huruf kecil seperti a, b, dan c. Sementara itu, “Kapital” menunjukkan huruf besar seperti A, B, dan C.
Informasi ini memicu kehebohan warganet, karena selama ini masyarakat lebih akrab memakai istilah “huruf kecil” sebagai kebalikan huruf “Kapital”.
Selama bertahun-tahun, penyebutan huruf kecil hanya berfungsi sebagai penjelasan bentuk tanpa istilah baku. KBBI justru mencatat “Kapitil” sebagai pasangan resmi “Kapital”.
Penetapan ini menegaskan, bahasa Indonesia memiliki sistem tipografi yang lengkap dan terstruktur. “Kapital” dan “Kapitil” berperan penting dalam penulisan karena keduanya membedakan fungsi huruf berdasarkan posisi, penekanan, serta aturan ejaan.
Kata “Kapitil” sebenarnya bukan istilah baru, namun jarang muncul dalam komunikasi populer. Karena minim pemakaian, banyak orang merasa asing saat mendengar kata tersebut.
Ketika informasi ini menyebar luas lewat media sosial, reaksi warganet pun bermunculan dengan nada lucu sekaligus geli.
Unggahan akun Instagram @folkative memicu ribuan komentar dan ribuan unggahan ulang. Banyak warganet mengaku, baru pertama kali mendengar istilah “Kapitil” meski kata tersebut tercatat resmi dalam KBBI.
“Ternyata KBBI punya fitur yang bisa bikin geli pengen nahan ketawa,” tulis akun @nisans.restui.
Komentar lain menyusul, “Kapitil? Lucu banget,” tambah akun @syamandaa.
Proses Sebuah Kata Masuk KBBI
Melansir laman resmi Badan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Senin, 5 Januari 2026, memiliki prosedur ketat sebelum menambahkan kosakata baru ke KBBI. Sebuah kata harus memenuhi sejumlah kriteria seperti:
- memiliki makna yang unik dan belum pernah ada sebelumnya;
- mudah diucapkan serta terdengar alami, dan enak di dengar;
- sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia;
- tidak berkonotasi negatif;
- dan sering digunakan secara luas.
“Kapitil” memenuhi seluruh unsur tersebut. Istilah ini menjelaskan konsep huruf kecil secara spesifik dan selaras dengan sistem bahasa Indonesia. Walau jarang muncul dalam percakapan populer, keberadaannya membantu memperkaya istilah kebahasaan secara ilmiah dan akademis. (*)



