Pemprov NTB Bentuk Tim Terpadu Awasi Pertambangan Tanpa Izin
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI). Hal ini menyusul maraknya temuan aktivitas pertambangan ilegal pada beberapa titik di NTB.
Terbaru, di sekitar kawasan Mandalika. Polres Lombok Tengah mengamankan 24 warga diduga hendak melakukan pertambangan di kawasan Bukit Dundang, Dusun Kuta Dua, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah.
Kepala Dinas ESDM Provinsi NTB, Samsudin mengatakan, Pemprov NTB berencana membentuk tim terpadu untuk pembinaan dan pengawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP) logam dan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).
“Rencananya kami akan buat tim terpadu untuk pengawasan IUP logam dan MBLB berizin. Kalau untuk pelaporan masyarakat sifatnya tentatif,” jelas Samsudin kepada NTBSatu, Jumat, 2 Januari 2026.
Selain membentuk tim tersebut, Dinas ESDM juga aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan penertiban terhadap aktivitas pertambangan ilegal. Namun selama ini, Dinas ESDM hanya menerima pengaduan masyarakat.
“Kita melakukan koordinasi dengan para pihak untuk tindak lanjut pengaduan, melakukan sosialisasi secara persuasif. Sementara untuk penegakan hukum dilaporkan ke pihak berwenang karena keterbatasan sumber daya,” jelasnya.
Ia memastikan, dalam sepengetahuannya, sudah tidak ada lagi aktivitas tambang ilegal di NTB. Terlebih, setelah adanya kebijakan pertambangan rakyat dengan koperasi yang mengelola.
“Sependek pengetahuan saya, sudah tidak ada lagi aktivitas illegal mining (tambang ilegal, red). Karena tim Gakkum Kementerian Kehutanan bersama pemda dan masyarakat telah sepakat untuk kolaborasi,” ujarnya.
Tutup Tambang Ilegal di Prabu
Pemprov NTB menutup tambang ilegal yang berada di area kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu, Lombok Tengah. Tambang ilegal ini sebelumnya sudah memakan satu korban jiwa, saat melakukan aktivitas penambangan.
“Kita sudah koordinasi dengan semua pihak, termasuk dengan BKSDA yang punya wilayah. Dipastikan ditutup, kemarin sudah ada penggerebekan oleh Polsek setempat,” jelas Kepala Dinas ESDM Provinsi NTB, Samsudin, Senin, 8 Desember 2025.
Ia menyebutkan, aktivitas tambang tersebut berlangsung malam hari. Berapa titik yang digarap, Samsudin belum mengetahuinya. Namun informasinya, aktivitas tambang tersebut tidak secara terbuka, tetapi hanya galian.
“Jumlah titiknya belum kita identifikasi. Terus terang saja saya tidak berani langsung ke lokasi, cuman saya koordinasi dengan teman-teman di sana,” ujarnya.
Ia berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi. Apalagi sampai memakan korban jiwa. “Mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi, karena pekerjaan mereka malam hari,“ ujarnya. (*)



