INTERNASIONAL

Warganet Geram, Pidato Rabbi Israel Sebut Biarkan Anak Gaza Mati Kelaparan

Mataram (NTBSatu) – Pernyataan menghebohkan dari tokoh agama Yahudi, Rabbi Ronen Shaulov mengundang gelombang kemarahan luas dari warganet. Hal itu setelah potongan video pidatonya beredar luas di media sosial.

Dalam pidato tersebut, Ronen Shaulov secara terang-terangan menyerukan agar seluruh penduduk Gaza, termasuk anak-anak, seharusnya dibiarkan mati kelaparan.

Pernyataan tersebut muncul dalam siaran langsung pada Senin, 28 Juli 2025, dan tersebar melalui akun TikTok @inilah.com, lalu menyulut amarah publik dunia maya.

Rabbi Ronen Shaulov menyampaikan pernyataan kontroversial dengan nada penuh emosi. Ia menyebut, sangat memalukan jika masyarakat Israel masih memikirkan kondisi anak-anak yang kelaparan di Gaza.

“Sungguh memalukan, bahwa di negara kita orang-orang bahkan membicarakan anak-anak kelaparan di Gaza,” ucapnya mengutip TikTok @inilah.com, Senin, 4 Agustus 2025

IKLAN

Menurutnya, rakyat Gaza telah melupakan tragedi 7 Oktober yang terjadi di Israel. Ia juga menuding seluruh warga Gaza, termasuk anak-anak terlibat dalam penyiksaan terhadap para sandera Israel sehingga mereka pantas untuk mati kelaparan.

“Seluruh Gaza dan setiap anak di Gaza seharusnya mati kelaparan,” ungkapnya.

Ia beralasan bahwa warga Gaza, yang menurutnya pernah menjadi anak-anak juga, kini membuat para sandera kelaparan dan menyiksa mereka.

Ia menegaskan, tidak ada warga Gaza yang tidak terlibat. Dalam berbagai rekaman video, ia melihat warga sipil ikut menerima para sandera dan membiarkan mereka mati kelaparan.

Pidato bernada kebencian ini langsung menyulut reaksi keras dari berbagai pihak di media sosial. Ribuan pengguna internet menunjukkan rasa geram melalui komentar-komentar pedas.

IKLAN

Salah satu akun, @aldevanozxx menuliskan, “Saya tidak melihat manusia, saya hanya melihat iblis.”

Sementara itu, akun @melyati88 mengecam pernyataan Ronen sebagai bentuk pembalikan fakta yang menyesatkan. Sebab, menurutnya justru Israel yang selama ini menindas dan menyiksa rakyat Palestina.

“Ini fitnah, membalikkan fakta yang sebenarnya. Yang sebenarnya itu adalah Israel yang melakukan kejahatan malah menuduh sebaliknya,” ungkap akun @melyati88. (*)

Berita Terkait

Back to top button