Pemerintahan

PPSPAPPD Sasambo Matupa Tangani Anak Korban Prostitusi dan Berdayakan Disabilitas

Mataram (NTBSatu) – Pusat Pelayanan Sosial Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas (PPSPAPPD) Sasambo Matupa, menjadi tempat perlindungan dan pemulihan bagi anak-anak korban kekerasan serta penyandang disabilitas di NTB.

Saat ini, lembaga tersebut menangani tiga ibu hamil, lima bayi, 12 anak usia sekolah. Kemudian, dua penyandang disabilitas telantar, serta 30 peserta program pemberdayaan disabilitas.

Kepala PPSPAPPD Sasambo Matupa, Muhammad Wildan, A.KS., MH., mengatakan, pihaknya memberikan pendampingan menyeluruh bagi kelompok rentan. Pendampingan ini di bawah Dinas Sosial Provinsi NTB.

“Untuk penyandang disabilitas, kami berikan pelatihan selama tiga bulan sesuai minat mereka. Ada yang membatik, desain grafis, sampai bengkel las. Setelah pelatihan, kami bantu alat kerja agar mereka bisa buka usaha sendiri,” ujar Wildan kepada NTBSatu, Kamis, 24 Juli 2025.

Selain itu, PPSPAPPD Sasambo Matupa memberikan perlindungan bagi anak-anak korban pernikahan dini, kekerasan seksual, anak terlantar. Hingga perempuan hamil yang ditolak keluarga atau lingkungan, untuk melindungi bayi dalam kandungan.

IKLAN

Salah satu kasus adalah anak korban prostitusi yang melibatkan siswi SMP dan kakaknya.

“Perubahan secara sikap dan fisik korban sudah jauh lebih baik. Awal tinggal di sini pasti akan bersikap tertutup, tidak betah tinggal di asrama. Tapi sekarang sudah mulai terbuka, lebih tenang dan ceria, sudah kembali sekolah, serta pastinya hidupnya lebih teratur,” tambahnya.

Perlindungan Anak Tanggung Jawab Bersama

Wildan memastikan, anak-anak dan penyandang disabilitas di PPSPAPPD ini mendapatkan layanan yang lengkap. Mulai dari tempat tinggal, pendidikan, bimbingan keagamaan, sosial, psikologi, pemulihan psikologis, hingga keterampilan hidup.

Pemulihan psikologis bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Dengan terapi bermain, sesi individu, dinamika kelompok, serta dukungan penuh dari pengasuh yang telah dibekali pelatihan.

PPSPAPPD Sasambo Matupa juga memberikan perlindungan untuk anak-anak yang terjerat hukum, menemani proses hukum, dan melindungi anak dari pengaruh luar. Salah satu bentuk perlindungannya menenami saat pemeriksaan di kepolisian, antar dan jemput sekolah.

IKLAN

“Anak-anak adalah amanah dan masa depan kita bersama. Harapan saya jangan biarkan mereka tumbuh dalam ketakutan atau keterlantaran. Perlindungan terdekat dan paling utama adalah keluarga, tapi semua pihak harus terlibat masyarakat, sekolah, hingga pemerintah,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Back to top button