ULD BPBD NTB Siap Jadi Fasilitator Tangguh Penanggulangan Bencana Inklusif

Mataram (NTBSatu) – Pengurus dan anggota Unit Layanan Disabilitas (ULD) BPBD Provinsi NTB, kini dibekali keterampilan memfasilitasi kegiatan Penanggulangan Bencana (PB).
Pelatihan intensif yang berlangsung di Mataram pada 16-18 Juli 2025 ini, memperkuat peran ULD dalam menjawab tantangan kebencanaan yang lebih inklusif.
Pelatihan difasilitasi langsung oleh para ahli dari Arbeiter-Samariter-Bund (ASB), Pusdiklat BNPB, dan Forum Inklusi Disabilitas Kabupaten Magelang (FIDAKAMA).
Tujuannya jelas, yakni menjadikan ULD NTB bagian dari pool of facilitator yang siap terjun dalam kegiatan PB di berbagai level.
“Ke depan, anggota ULD tidak hanya jadi peserta, tapi juga fasilitator di berbagai kegiatan kebencanaan,” tegas Ketua ULD sekaligus Kabid Rehabilitasi, Rekonstruksi, dan Kerja Sama PB BPBD Provinsi NTB, Rijali Amin, ST., MT., Rabu, 16 Juli 2025.
Peningkatan Kapasitas yang Berdampak Luas
Rijali menekankan, pelatihan ini bukan sekadar meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga memperkuat jejaring antar organisasi dengan perwakilan oleh anggota ULD.
“Mereka bisa mengimplementasikan keterampilan ini di organisasi masing-masing dan berbagi pengetahuan yang didapat,” tambahnya.
Sejak terbentuk pada Desember 2024, ULD BPBD NTB telah aktif dalam berbagai kegiatan seperti Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2025, Jambore Relawan Disabilitas, hingga studi banding Australia Awards Indonesia. Kini, mereka siap naik level sebagai fasilitator kegiatan.

Bencana tak Pilih Korban, Inklusi Jadi Kunci
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Ir. H. Ahmadi, menyampaikan, keberadaan ULD sangat strategis dalam mendobrak paradigma PB yang selama ini belum ramah disabilitas.
“Bencana tak pilih korban. Penyandang disabilitas kerap jadi kelompok paling rentan. Karena itu, penanggulangan bencana harus inklusif,” serunya.
Ahmadi juga menegaskan, pembentukan ULD mengacu pada Perka BNPB No. 13 dan 14 Tahun 2014 tentang pengarusutamaan gender dan perlindungan penyandang disabilitas dalam penanggulangan bencana.
Meski belum genap setahun, ia menilai kontribusi ULD NTB luar biasa. Mereka aktif dalam Musrenbang Tematik Kebencanaan dan turut memberi masukan dalam perencanaan pembangunan provinsi.
“ULD BPBD NTB sudah sangat diperhitungkan. Ini bukti bahwa inklusi bukan sekadar slogan, tapi aksi nyata,” tutup Ahmadi.
Pelatihan ini diharapkan jadi pijakan awal bagi anggota ULD untuk tampil sebagai aktor kunci dalam mewujudkan penanggulangan bencana yang inklusif, partisipatif, dan berdampak nyata. (*)