BERITA NASIONAL

Tak Banyak yang Tahu, Orang Bali Pernah Jadi Presiden Tahun 1946

Mataram (NTBSatu) – Nama Cokorda Gde Raka Sukawati mungkin belum begitu akrab di telinga masyarakat Indonesia, bahkan Bali saat ini.

Namun, tokoh asal Ubud, Bali ini pernah mengukir sejarah penting sebagai Presiden Negara Indonesia Timur (NIT) pada 1946. Sebuah posisi prestisius yang membuatnya menjadi satu-satunya orang Bali yang pernah menduduki jabatan setingkat kepala negara dalam sejarah Indonesia.

Lahir pada 15 Januari 1899, Cokorda Gde Raka berasal dari keluarga bangsawan, sebagaimana terlihat dari gelarnya “Cokorda Gde” yang mencerminkan kedudukannya dalam kasta ksatria, kasta tertinggi dalam struktur sosial Bali.

Ia tumbuh dengan latar belakang pendidikan elite, dan menapaki karier birokrasi sejak usia muda.

Pada tahun 1918, pemerintah kolonial Hindia Belanda menunjuknya sebagai calon pejabat resmi. Tidak lama kemudian, ia menjabat sebagai mantri politie atau pejabat adat di Denpasar.

IKLAN

Pada tahun berikutnya, ia menjadi Punggawa (setingkat bupati) di daerah asalnya, Ubud. Perjalanan politiknya terus menanjak ketika ia terpilih menjadi anggota Volksraad atau Dewan Rakyat pada 1924, posisi yang ia emban selama tiga tahun.

Ambisinya tak berhenti di situ. Tahun 1931, Cokorda Gde Raka menempuh pendidikan di Eropa dan melanjutkan studi ke Belanda, fokus pada bidang pertanian dan peternakan.

Puncak pengabdiannya terjadi saat Konferensi Denpasar berlangsung antara 18–24 Desember 1946. Dalam pertemuan bersejarah tersebut, para delegasi dari wilayah Indonesia bagian timur memilihnya sebagai Presiden Sementara Negara Indonesia Timur.

Ia memimpin hingga 1950, ketika Negara Indonesia Timur akhirnya bergabung dengan Republik Indonesia melalui kesepakatan yang ia fasilitasi sendiri.

Langkah ini memperkuat bentuk negara kesatuan dan menandai berakhirnya sistem federal yang sempat Belanda rancang.

IKLAN

Profil Cokorda Gde Raka

Dalam kehidupan pribadinya, Cokorda Gde Raka menikah dua kali. Istri pertamanya, Gusti Agung Niang Putu, memberinya seorang putra bernama Cokorda Ngurah Wim Sukawati.

Tahun 1933, ia melangsungkan pernikahan kedua dengan Gilberte Vincent, seorang wanita asal Prancis, dan dikaruniai dua anak dari pernikahan tersebut.

Cokorda Gde Raka Sukawati wafat pada tahun 1967, namun jejak pengabdiannya sebagai tokoh Bali yang pernah menjadi presiden dalam sejarah Indonesia tetap layak dikenang. (*)

Berita Terkait

Back to top button