Viral di TikTok, Turis Asing Ajak Tolak Proyek Pembangunan di Tanjung Aan

Mataram (NTBSatu) – Seorang turis asing bernama Iris di akun TikTok @irisefriggen, mengajak masyarakat menolak rencana proyek pembangunan besar-besaran di Pantai Tanjung Aan, Lombok Tengah.
Menurut penuturan Iris, pemerintah daerah disebut berencana membangun lima pusat perbelanjaan, hotel, dan beach club di kawasan Tanjung Aan.
“Pemerintah akan membangun lima pusat perbelanjaan, hotel, dan beach club,” ucapnya dalam video tersebut, yang NTBSatu kutip, Jumat, 20 Juni 2025.
Proyek ini diperkirakan akan berdampak besar terhadap lingkungan sekitar, termasuk memaksa warga yang tinggal di area tersebut untuk direlokasi.
Video ini memuat seruan emosional agar masyarakat dan para wisatawan peduli terhadap masa depan Lombok, dan tidak tinggal diam melihat keindahan alam tergantikan oleh kawasan komersial.
“Tolong jangan scroll jika kalian mencintai Lombok. Ini bukan sekadar pantai, ini adalah rumah bagi banyak orang dan budaya lokal yang luar biasa,” jelasnya.
Ia menegaskan, wisatawan asing sepertinya datang ke Lombok bukan untuk menikmati kemewahan. Melainkan untuk belajar tentang budaya lokal, menikmati alam yang masih asli, serta berinteraksi dengan masyarakat setempat.
“Kami tidak datang ke Lombok untuk mengunjungi klub mahal dan penginapan mewah. Kami datang untuk mengenal budaya, kearifan lokal, untuk mengenal segala keunikan di dalamnya, yang ada di pulau indah ini,” ungkapnya.
Untuk mendukung penolakan terhadap proyek ini, Iris dan beberapa pihak lainnya telah membuat sebuah petisi. Sayangnya, karena keterbatasan fitur TikTok, ia tidak bisa membagikan tautan langsung ke petisi tersebut di kolom takarir.
Namun, ia mengajak para penonton videonya untuk mengirim pesan langsung ke akunnya jika ingin ikut menandatangani petisi tersebut.
Warganet Turut Mendukung
Video ini dengan cepat mendapatkan ribuan like dan komentar, menunjukkan tingginya antusiasme serta kepedulian publik terhadap pelestarian kawasan wisata alam.
Banyak netizen, baik dari dalam maupun luar negeri, menyuarakan dukungan terhadap inisiatif ini dan mengkritik rencana pembangunan yang dinilai dapat mengancam keaslian serta keberlanjutan pariwisata Lombok.
“Orang luar saja mengakui, mereka ke Indonesia untuk melihat keindahan alamnya. Kalau hotel atau resto itu sudah banyak di negara mereka, dan bahkan jauh lebih bagus. Mereka hanya ingin melihat keindahan alam dan pariwisatanya,” komentar akun @lyly.
Dengan semakin meluasnya dukungan di dunia maya, harapannya petisi ini apat menjadi tekanan nyata agar pemerintah daerah mempertimbangkan kembali dampak sosial dan ekologis dari proyek pembangunan di Tanjung Aan. (*)