Mendagri Janji Beri Intensif Rp10 Miliar untuk Pemda dengan Pengelolaan Air Terbaik, Ini Syaratnya
Mataram (NTBSatu) – Event Internasional World Water Forum di Bali nampaknya memberikan banyak inspirasi sekaligus pembelajaran untuk Pemerintah Indonesia.
Salah satunya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian yang mengumumkan adanya pemberian insentif Rp10 miliar bagi daerah yang berhasil mengelola air dengan baik.
Terkait dengan jumlah daerah yang akan menerima tentunya harus menyertakan diskusi dengan Menteri Keuangan dan PUPR.
Ia mengatakan alokasi tersebut akan dimasukkan kedalam insentif penanganan inflasi kepada 100 Pemda.
Alokasi insentif penanganan inflasi, diketahui mencapai Rp1 triliun.
“Pemberian insentif itu bertujuan agar pemda bisa mengatur air dengan baik. Yang terbaik akan kami berikan reward,” kata Mendagri di ITDC The Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu, 22 Mei 2024.
Tito pun membeberkan indikator yang menjadi poin penilaian, contohnya berupa ketersediaan dan akses air bersih serta irigasi lancar.
Berita Terkini:
- Pemerintah Larang Alih Fungsi Lahan Sawah di Daerah yang Belum Penuhi LP2B 87 Persen
- Bahlil Paparkan Empat Arahan Prabowo Usai Dilantik Jadi Ketua Harian DEN
- DPRD NTB Tetapkan Lima Calon Komisioner KI, Fit and Proper Test Digelar Maraton Dua Hari
- Data Dinamis, Dinsos Sumbawa Ingatkan Warga Segera Rekam Dukcapil Agar PBI JK tak Dinonaktifkan
- IKMM Hadirkan Inovasi Layanan Posyandu Ternak di Lombok Timur
Dalam pidatonya pada forum tersebut, Mendagri menyampaikan ada beberapa panduan dan usulan yang dapat diambil oleh Pemda untuk berkontribusi dalam pengelolaan air.
Di antaranya terkait pengembangan kebijakan yang berorientasi pada upaya mencapai ketahanan air, meningkatkan tata kelola dan diplomasi air, serta meningkatkan kualitas air dan memberikan akses pelayanan yang baik terhadap air minum yang aman bagi semua orang, sehingga hak masyarakat atas air dapat terjamin.
Tito juga mengingatkan, bahwa pemda yang tidak bisa mengelola air dengan baik akan mendapat teguran.
“Bagi yang (pengelolaan airnya) buruk, tentu kami berikan punishment,” tandasnya. (STA)



