Dua Periode Jadi Presiden, Jokowi Sebut Tujuh Bendungan Dibangun di NTB dan Terbanyak di Indonesia
Mataram (NTBSatu) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Tiu Suntuk di Kabupaten Sumbawa Barat, Kamis, 2 April 2024 siang.
Dalam keterangannya, Presiden Jokowi mengklaim bahwa NTB merupakan wilayah yang paling banyak “jatah” pembangunan bendungan. Ada tujuh konstruksi, terbanyak se-Indonesia selama 10 tahun periode pemerintahannya.
“Pemerintah dalam sepuluh tahun ini, telah membangun tujuh bendungan di NTB, hanya di NTB. Paling banyak (di Indonesia),” terang Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi menambahkan, Bendungan Tiu Suntuk menghabiskan anggaran sebesar Rp1,4 triliun. Megaproyek ini dibangun untuk menghadapi perubahan iklim di daerah.
“Karena perubahan iklim, air menjadi kunci dari kehidupan masyarakat. Air menjadi sangat penting bagi kehidupan, utamanya di NTB, baik untuk pertanian dan kebutuhan air baku atau air minum,” ungkap Presiden Jokowi.
Berita Terkini:
- Dispopar Sumbawa Targetkan 14 Kapal Pesiar dan 90 Ribu Wisatawan di 2026
- SOTK Baru, Proses Pengukuhan Pejabat Pemprov NTB Bertahap
- Wabup Ansori Apresiasi Multiplier Effect Program MBG, Penuhi Gizi Anak dan Serap Tenaga Kerja
- Efek Relokasi Puskesmas Mataram: SDN 19 Dimerger, Kantor Lurah Barat Ikut Bergeser
- BMKG Peringatkan NTB Waspada Gelombang Tinggi di Laut Selatan 7-8 Januari 2026
Presiden Jokowi merinci, bendungan ini memiliki kapasitas 60 juta meter kubik, akan bermanfaat untuk irigasi seluas 1.900 hektare. Sedangkan untuk air baku sebesar 680 liter per detik serta mereduksi banjir di sekitar Sumbawa Barat.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya meresmikan bendungan Tiu Suntuk di Sumbawa Barat,” ucap Presiden Jokowi.
Setelah memberikan sambutan, Presiden Jokowi juga memutar roda pintu air dan menandatangani prasasti peresmian bendungan Tiu Suntuk. Selain itu, Presiden Jokowi pun turut menyapa masyarakat yang menghadiri peresmian bendungan Tiu Suntuk. (GSR)



