Mataram (NTBSatu) – Waktu berbuka puasa merupakan hal yang dinantikan umat muslim untuk menyempurnakan puasa, karena sudah seharian menahan lapar dan dahaga.
Aneka santapan mulai dari makanan berat, camilan, buah-buahan segar dan minuman yang menyegarkan dahaga menjadi incaran saat tiba bedug magrib.
Lantas, apakah menu favorit masyarakat Indonesia saat buka puasa ?
Berdasarkan survei Populix bertajuk, “Welcoming Ramadan 2024: F&B Trend Movement and Financial Plan”, sebanyak 74 persen responden mengatakan gorengan menjadi menu favorit mereka saat berbuka puasa di bulan Ramadan.
Macam-macam gorengan seperti pisang goreng, risol, tahu isi, tempe mendoan, bala-bala, bakwan, siomay, cireng, lumpia, pohong (singkong goreng), dan masih banyak lagi, menjadi menu utama yang wajib ada saat waktu berbuka tiba.
Sementara air mineral berada di urutan kedua dengan 73 persen responden yang memilih mengonsumsinya pertamakali saat berbuka puasa.
Berita Terkini:
- 7 Destinasi Wisata Terbaik untuk Keluarga Selama Libur Lebaran 2025 Versi Kemenpar
- Resep Opor Ayam Putih Spesial untuk Lebaran Ketupat
- 6 Rekomendasi Wisata Alam Murah Dekat Mataram, Cocok untuk Libur Sekolah dan Lebaran
- Kisah Ali Anak Kuli Bangunan Lombok Timur yang Tembus UI, Rencana Jual Rumah Jika Lanjut Studi
- Pemerintah Siapkan Seribu Rumah Subsidi untuk Wartawan, Petani 20 Ribu
Kemudian, buah menempati posisi ketiga di mana 61 persen responden memilih buah sebagai menu berbuka puasa yang paling mereka sukai.
Persentase responden yang menyantap sup buah untuk berbuka puasa sebesar 60 persen. Adapun responden yang memilih kolak dan teh sebagai menu buka puasa sama-sama sebesar 51 persen.
Menu nasi dan lauk dipilih oleh 50 persen responden. Lalu, ada 47 persen responden yang berbuka puasa dengan menu kue tradisional atau camilan.
Sebanyak 43 persen responden lebih suka minum sirup untuk berbuka puasa. Sedangkan, proporsi responden yang memilih berbuka puasa dengan susu sebesar 20 persen.
Untuk informasi, survei ini diselenggarakan secara daring dengan melibatkan 1.165 responden di berbagai daerah Indonesia pada 15-22 Januari 2024. Dari jumlah tersebut, responden yang beragama Islam sebanyak 1.022 orang. (STA)