Hati-hati! Beberapa Titik Jalan di Bima Rawan Bencana saat Mudik Lebaran
Kota Bima (NTBSatu) – Dalam hitungan hari, puncak arus mudik lebaran akan dimulai. Namun, sebelum melakukan perjalanan mudik, pengendara harus mengetahui terlebih dulu beberapa titik jalan yang rawan terjadi bencana.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Isyrah mengatakan, berkaca pada tahu lalu, di Kabupaten Bima ada bebera titik jalan yang rawan terjadi bencana alam seperti tanah longsor dan sebagainya.
Misalnya di jalur jalan negara dan lintas provinsi, seperti jalur Rora-Madapangga dan lintas Kota Bima-Sape.
“Termasuk di jalur Lintas Sanggar Tambora, Lambitu, Parado, dan Langgudu,” kata Isyrah kepada NTBSatu, Sabtu, 30 Maret 2024.
Isyrah menegaskan, data titik jalan yang rawan tersebut berdasarkan pemetaan tahun sebelumnya. Namun, untuk tahun ini akan kembali dilakukan pengkajian berdasarkan kondisi cuaca saat ini.
“Kita lihat curah hujan dulu baru bisa tentukan (lokasinya). Sementara curah hujan sekarang kan sudah mulai menurun,” ujarnya.
Berita Terkini:
- DPD KAI NTB Jalin Sinergi dengan Kejati, Bahas KUHAP Baru hingga Pendidikan Advokat
- Spanduk “Tangkap Marga Harun Cs” Berkibar, Mahasiswa Desak 15 Anggota DPRD NTB Diproses Hukum
- Jadwal Lengkap Keberangkatan Jemaah Haji NTB 2026
- Dewan Bongkar Kinerja BUMD NTB, Laba Naik, Risiko Menggunung
- Kasus Roti MBG Berulat di Lombok Tengah Dihentikan, Pengacara Terlapor Desak SPPI Ditindak
Untuk memastikan itu, lanjutnya, BPBD Kabupaten Bima akan melakukan pertemuan dengan pihak kepolisian dan BMKG pada Senin lusa. Termasuk membahas terkait keamanan selama perjalanan mudik lebaran nanti.
“Kita rapat di Polres hari Senin, termasuk membahas pengamanan, seperti pembangunan Pos Polisi pada titik jalan yang rawan, termasuk membantu dan menginformasikan keadaan cuaca,” terangnya.
Menurut Isyrah, beberapa titik jalan tersebut rawan longsor, karena hutan di sekitar jalan raya telah gundul karena dibabat petani untuk perluasan lahan tanaman jagung.
“Hal itu dinilai dapat mengakibatkan tebing bagian kiri-kanan jalan tergerus dan longsor,” pungkasnya. (MYM)



