Kota Bima (NTBSatu) – Terhitung dari Bulan Januari hingga Maret 2024, Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Bima baru menemukan sekitar 24 kasus Demam Berdarah Dangue (BDB) di Kota Bima.
Angka tersebut mengalami penurunan, dibandingkan pada tahun 2023 dalam periode yang sama, yakni mencapai seratusan kasus.
Sementara secara keseluruhan, total temuan kasus DBD di Kota Bima pada tahun 2023, sebanyak 272 kasus.
“Di tahun 2023, tercatat enam orang meninggal dunia. Sedangkan tahun 2024, sementara belum ditemukan (kasus kematian),” kata Kepala Dikes Kota Bima, Ahmad dikonfirmasi NTBSatu, Selasa, 19 Maret 2024.
Ahmad menyampaikan, penurunan temuan kasus DBD tersebut, tidak terlepas dari langkah strategis yang dilaksanakan oleh Pemkot Bima.
Berita Terkini:
- BPOM Hentikan Distribusi Susu Formula Bayi Nestlé karena Dugaan Toksin, Berikut Daftar Produknya
- Pasca Hearing Honorer, Komisi I DPRD Lombok Barat Agendakan Rapat Lanjutan dengan Pemkab dan BKD
- Pemkab Sumbawa Petakan 7.000 Hektar Lahan untuk PSN Garam
- Polisi Dalami Indikasi Korupsi Sejumlah Desa di Lotim
Salah satunya lewat program Gerakan Masyarakat Jumat Pagi Bersihkan Lingkungan (Gema Jumpa Berlian). Di mana, program yang dilaksanakan di setiap kelurahan ini memotivasi masyarakat untuk melaksanakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
“Tak terkecuali edukasi oleh petugas Dikes tentang PHBS secara intens dan abatisasi dilakukan secara berkala,” ujarnya.
Perlu diketahui, kasus kematian akibat DBD terjadi sebagian besar disebabkan
terlambatnya penderita dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga peran masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam penanganan kasus DBD.
“Apabila merasakan gejala DBD,
masyarakat diimbau untuk dapat segera membawa penderita ke Rumah Sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” imbuhnya. (MYM)



