Lombok Timur (NTBSatu) – Cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Lombok Timur saat belum mencapai target. Dari target 98 persen per Maret 2024, baru tercapai 95,95 persen.
Penyebabnya, banyak Nomor Induk Kependudukan (NIK) masyarakat yang belum berstatus online sebagai syarat pendaftaran UHC.
“Jumlahnya sekitar 33 ribu,” kata Penjabat (Pj) Bupati Lombok Timur, M Juaini Taofik, Rabu, 6 Maret 2024.
Padahal, ungkap Taofik, guna mencapai target 98 persen, pihaknya sudah turun langsung ke masyarakat untuk melakukan perekaman identitas online.
Ia mengharapkan, semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menggencarkan sosialisasi meningkatkan peran aktif Kepala Desa (Kades) untuk mendata seluruh penduduk yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, pun jika kepesertaannya tidak aktif.
Berita Terkini:
- Viral di TikTok, PT Allianz PHK Ratusan Karyawan Demi Efisiensi
- Lebaran Topat 2025: Harmoni Religi, Budaya, dan Wisata di Jantung Kota Mataram
- Liburan Hemat nan Hangat di Pantai Senggigi, Pilihan Warga Mataram Saat Libur Panjang Lebaran
- ASN Dapat Tambahan Libur, WFA Diperpanjang Sampai 8 April 2025
“Untuk bisa mencapai target ini, harus mendapat dukungan dari semua pihak. Untuk mendukung komitmen anggaran yang disiapkan Pemda melalui APBD,” ucapnya.
Sementara, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Lombok Timur, Gusti Ngurah Catur Wiguna, menyebut capaian UHC Lombok Timur sampai saat ini masih di angka 95,95 persen, dengan tingkat keaktifan 71,67 persen.
Guna mencapai target 98 persen dan tingkat keaktifan 75 persen, dibutuhkan tambahan peserta sebanyak 54.368 orang. (MKR)