BERITA NASIONAL

Jokowi Curhat ke Petani Terkait Dilema Menjaga Keseimbangan Harga Gabah

Mataram (NTBSatu) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencurahkan hati (Curhat) kepada petani tentang pengalaman sulitnya memimpin negara dan menjalankan tugas pemerintahan.

Jokowi menceritakan keluh kesahnya menjadi pemerintah saat tengah menyerahkan bantuan kepada petani yang gagal panen di Grobogan Jawa Tengah.

Lebih lebih kata dia, kesulitan menjadi pemimpin adalah saat menghadapi kompleksitas isu harga gabah dan beras.

Meskipun petani saat ini gembira melihat kenaikan harga gabah, Jokowi mengakui bahwa dirinya sering mendapat protes dari masyarakat ketika berada di pasar.

IKLAN

“Dulu saya ingat tiga tahun lalu harga gabah masih Rp 4.300, Rp 4.200, sekarang Rp 7.800, Rp 7.600. Saya lihat di Sumatera, di NTB, Sulawesi harganya. Tapi kalau harganya segitu, berasnya berapa? Panjenengan senang, tapi saya yang disemprot masyarakat,” katanya, dikutip dari cnbcindonesia.com Rabu, 24 Januari 2024.

Lebih lanjut Jokowi membeberkan, dilema dan kesulitan pemerintah dalam menjaga keseimbangan harga gabah dan beras, saat harga gabah rendah, petani merugi, tetapi saat harga naik, harga beras pun melonjak.

Baca Juga: WN Korea Selatan Hidup Ilegal di Mataram, 2 Tahun Jalankan Bisnis Investasi

“Pemerintah tidak mudah menjaga keseimbangan dua-duanya. Kalau sekarang petani senang, yang beli yang semprot saya,” bebernya.

“Pemerintah maju diseneni (dimarahi), mundur diseneni, ngetan diseneni, ngulon diseneni. Tapi ya itu memang tugas pemerintah menyelesaikan persoalan dan mencarikan solusi,” tambah Jokowi.

Selain itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga membagikan pengalaman ketika melakukan blusukan di pasar dan menemui harga beras yang tinggi.

Meskipun demikian, Jokowi mengingatkan petani untuk bersyukur dengan kenaikan harga gabah saat ini.

“Saya kalau ke pasar, saya kan hampir tiap minggu datang ke pasar masuk pasar ngecek harga. Tapi kalau saya pergi ke petani pada diem,” ungkapnya. (SAT)

Baca Juga: Harga Pakan Meroket, Peternak Unggas di Lombok Timur Merana

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button