Mataram (NTBSatu) – Pemprov NTB melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Gili Trawangan, Meno, dan Air (Tramena) menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pengelolaan aset Gili Trawangan pada tahun 2024 hanya Rp5 miliar.
Angka tersebut jauh berbeda dengan target PAD pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni tahun 2023, yakni mencapai Rp300 miliar lebih.
“Jadi kita realistis itu, target PAD 2024 hanya Rp5 miliar,” kata Kepala UPTD Pengelolaan Destinasi Wisata Unggulan Gili Tramena, Mawardi Khairi, pada Selasa, 19 Desember 2023.
Mawardi mengungkapkan, alasan di balik penurunan target PAD tersebut, karena Sumber Daya Manusia (SDM) dan anggaran yang masih kurang. Termasuk persoalan konflik sosial dan hukum yang belum terselesaikan.
“Karena SDM kami, anggaran kami, dan tentu ada konflik yang tidak bisa kita hindari,” ujarnya.
Berita Terkini:
- Viral di TikTok, PT Allianz PHK Ratusan Karyawan Demi Efisiensi
- Lebaran Topat 2025: Harmoni Religi, Budaya, dan Wisata di Jantung Kota Mataram
- Liburan Hemat nan Hangat di Pantai Senggigi, Pilihan Warga Mataram Saat Libur Panjang Lebaran
- ASN Dapat Tambahan Libur, WFA Diperpanjang Sampai 8 April 2025
Di samping itu, ia mengaku tidak mengetahui apa pertimbangan Pemprov NTB sebelumnya, sehingga mematok target PAD dari pengelolaan aset Gili Trawangan menyentuh angka yang fantastis tersebut.
“Itulah yang kami tidak tahu, kenapa Pemprov bisa menargetkan segitu. Padahal UPTD ini juga baru dibentuk dan belum genap setahun, dengan infrastruktur dan fasilitas seadanya,” ungkapnya.
Mawardi mengaku, menargetkan PAD yang tinggi terhadap pengelolaan aset Gili Trawangan bukanlah perkara yang mudah. Pasalnya, sampai saat ini masih ada konflik sosial dan hukum yang belum terselesaikan.