Umat Hindu Lombok Gelar Upacara Mulang Pakelem untuk Ritual Minta Hujan
Mataram (NTBSatu) – Ratusan Umat Hindu yang ada di Lombok, NTB, akan menggelar Upacara Mulang Pakelem, merupakan ritual tahunan untuk meminta hujan. Ritual tersebut akan berpusat di Danau Segara Anak Gunung Rinjani.
“Tujuan utama Mulang Pekelem itu adalah mohon hujan,” kata Ketua Panitia Upacara Mulang Pakelem, I Wayan Suharta Putra, Senin, 23 Oktober 2023.
Rombongan yang mengikuti upacara tersebut akan berangkat dari Pura Jagatnatha Mayura Cakranegara, besok Selasa, 24 Oktober 2023, menuju pendakian Jalur Torean, Dusun Senange, Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.
Sementara hari ini, Senin, 23 Oktober 2023, rombongan yang akan mengikuti ritual tersebut akan dibersihkan (sucikan) terlebih dulu. Mereka yang sudah dibersihkan tersebut, tidak boleh berkeliaran lagi hingga memulai perjalanan besok.
Berita Terkini:
- Pemprov NTB Tegaskan IPR Bukan Sekadar Izin, tapi Soal Lingkungan dan Keselamatan
- Lima Pemain Termahal Persib Bandung Januari 2026, Nilai Pasarnya Tembus Rp58 Miliar
- Mengenal SD Muhammadiyah Sapen, Sekolah di Yogyakarta dengan Antrean Pendaftaran hingga 2033
- SNBP 2026 Makin Dekat, Simak Lima Program Studi Favorit Unram 2025
“Nah, jadi besok pagi kita berangkat dari sini (Pura Jagatnatha Mayura) menuju ke Desa Loloan, Torean. Sampai di sana kita istirahat, besok paginya tanggal 25 subuh kira-kira jam 5:00 Wita, kita sudah mulai jalan kaki lagi,” jelasnya.
Setelah melakukan perjalanan selama kurang lebih 12 jam, rombongan tersebut akan kembali beristirahat di daerah Propok.
“Semua peserta akan nginap di sana (Daerah Propok) semalam dan melaksanakan upacara juga di sana, karena di sana ada mata air yang ada 3 rasa, yakni hangat,” ungkapnya.
Usai istirahat di Daerah Propok, rombongan akan meneruskan perjalanan menuju Danau Segara Anak.
Dalam perjalanan menuju Danau Segara Anak, akan banyak ditemukan gua. Seperti Gua Manik, Gua Payung dan Gua Susu.
“Di sana kita melaksanakan upacara lagi. Kita membersihkan diri atau dalam konsep agamanya di sana untuk kehidupan kembali,” pungkasnya.



