Daerah NTB

Harga Tiket Bus dalam Provinsi NTB Naik Jelang Lebaran, Paling Mahal 300 Ribu

Mataram (NTBSatu) – Menjelang masa Mudik Lebaran 2023, harga tiket bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) mengalami kenaikan yang cukup drastis. Kenaikan tersebut bisa mencapai 50 persen.

Kenaikan harga tiket bus itu juga terjadi Terminal Mandalika Mataram.

Kepala Terminal Mandalika, Marthen Tanone mengatakan, kenaikan tarif tiket itu masih dalam kata wajar. Pasalnya sudah melalui kesepakatan anatara Pemerintah, Organda, dan Pengusaha Angkutan.

“Selain kenaikan penumpang, tarif juga mengalami kenaikan. Kalau tujuan Bima itu, harganya sudah Rp300 ribu, bahkan lebih,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Organda NTB Junaidi Kasum, menuturkan, kenaikan tarif tiket itu sudah seusai dengan batas atas dan batas bawah. Menurutnya, soal harga tiket tersebut hanya ada penyesuaian saja, terlebih menjelang lebaran tahun 2023.

“Tadi kami sudah membahasnya, jadi penyesuaian harga tiket ini sudah sesuai dengan batas atas dan batas bawah,” katanya.

Untuk hari biasa kata dia, pengusaha angkutan bisa bermain di angka Rp200 ribu ke atas. Sementara itu, untuk hari-hari menjelang mudik lebaran ini, harga tiket sesuai kesepakatan mulai dari Rp300 ribu.

“Ini hanya penyesuaian saja, mulai berlakunya hari ini. Kita sepakati harganya itu Rp300 ribu,” ujarnya.

Ia tidak memungkiri adanya pengusaha yang mematok harga lebih dari Rp300 ribu yang sudah menjadi kesepakatan. Perihal tersebut, dirinya juga sudah mendapat alasan dari para pengusaha.

“Kalau dari alasannya, penumpang hanya nambah Rp10 sampai Rp20 ribu saja. Itu alasannya karena pada saat mudik ini, ada bawaan barang penumpang yang memang banyak,” tuturnya.

Dirinya juga menekankan, dengan adanya penyesuaian tarif itu, pihak Damri sebagai PO BUMN konsisten dengan tarif yang sudah ada.

Selain itu, Junaidi juga memastikan, jumlah kendaraan mudik untuk masyarakat NTB sudah siap. Dari catatannya, jumlah kendaraan sudah mencapai 200 unit, dengan kategori layak jalan.

“Kalau itu kurang, nantinya teman-teman dari PO akan mengambil bus pariwisata. Nantinya kita pakai izin sementara,” pungkasnya. (MIL)


Lihat juga:

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

IKLAN
Back to top button