BERITA NASIONAL

123 Juta Masyarakat Diprediksi Mudik Lebaran Tahun Ini

Mataram (NTB Satu) – Puasa bulan Ramadan 1444 hijriyah belum genap 20 hari, tetapi pembahasan mudik telah ramai diperbincangkan. Tahun ini, diprediksi 123 juta masyarakat Indonesia akan melakukan perjalanan mudik.

Prediksi jumlah pemudik tersebut meningkat dibandingkan jumlah pemudik tahun lalu, yakni 85 juta. Dengan adanya prediksi penambahan ini, masyarakat dihimbau untuk melakukan persiapan sejak dini.

Hal ini disampaikan langsung Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati, Kamis, 6 Maret 2023. “Perjalanan mudik lebaran idul fitri tahun ini 62 persen di antaranya terpusat di Pulau Jawa. Serta, 75 persen akan menggunakan angkutan jalan,” tulisnya pada laman Instagram pribadinya.

Adita menyampaikan, tantangan terbesar dalam menyiapkan mudik adalah bagi yang menggunakan kendaraan pribadi. “Mobilitas pemudik kendaraan pribadi sulit diprediksi, berbeda dengan transportasi umum,” jelasnya.

IKLAN

Kalau transportasi umum, kata Adita, saat beli tiket sudah tahu kapan berangkat dan jumlah yang akan berangkat. “Jadinya, persiapan untuk transportasi umum di udara, laut, dan kereta api, relatif sudah sangat baik,” tambahnya.

Adita menjelaskan, untuk kereta api penjualan tiketnya sudah dibuka sejak Maret lalu dan jumlah pembelinya sangat tinggi. “Antusias menggunakan kereta api untuk mudik cukup tinggi. Bahkan, Kemenhub berencana menambah armada kereta api jika permintaan terus meningkat,” ujarnya.

Berbeda dengan kereta api, pada angkutan udara justru mengalami kendala. Sebab, jumlah pesawat dari maskapai saat ini jauh lebih sedikit daripada sebelum masa pandemi.

“Kondisi maskapai saat ini suffer, sehingga banyak yang harus mengembalikan pesawatnya kepada lessor. Hal ini membuat keterbatasan suplai terjadi,” jelas Adita.

Sementara untuk angkutan laut, lanjut Adita, tidak ada isu yang cukup krusial karena perputaran arus mudiknya kebanyakan terjadi di Jawa.

“Perkiraan Kemenhub, angka pemudik yang menggunakan angkutan laut hanya 2 persen dari total pemudik. Angka ini tidak sebesar permintaan terhadap transportasi yang lain,” tutup Adita. (JEF)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button