Hukrim

Kronologi Penggerebekan Truk Diduga Penimbun Solar di Lombok Barat

Mataram (NTB Satu) – Berawal dari kecurigaan sebuah truk parkir cukup lama di salah satu counter pengisian solar di SPBU Batu Layar, Lombok Barat. Diduga truk mengisi BBM dengan jumlah cukup banyak, mencapai ribuan liter.

Bagaimana kronologinya? Jajap Abdul Wahab, salah seorang warga yang terlibat dalam penggerebekan menceritakan, berawal dari informasi masyarakat melihat truk yang mencurigakan.

IKLAN

“Informasi itu kemudian beredar di whatsapp grup LSM di Lombok Barat. Ada juga beredar di Whatsapp group pemuda Batu Layar,”kata jajap kepada ntbsatu.com.

Warga membuktikan kecurigaannya dengan mendokumentasikan aksi pengisian solar tersebut. Setelah diperhatikan, katup pengisian Solar tidak mengarah ke pipa penghubung tangki bahan bakar. “Tapi langsung ke bak truk. Ini ada apa? Makanya warga curiga,” kata Jajap.

Penasaran dengan truk itu, sejumlah warga mendatangi SPBU tersebut Pukul 16.30 Wita. Setelah truk selesai isi solar, begitu keluar dari SPBU langsung dihadang warga dan digiring kembali ke dalam area SPBU.

Warga kemudian membongkar bagian bak truk yang tertutup terpal. Warga membuktikan kecurigaannya, setelah tarpal dibuka, bak truk yang sudah dibentuk sedemikian rupa untuk penampungan itu berisi solar. “Perkiraan saya , ribuan liter,” kata Camat Batu Layar, Afgan Kusuma Negara yang ikut dalam penggerebekan.

Setelah kedok truk terbongkar, warga menghubungi anggota Polsek Batu Layar, karena khawatir jadi sasaran amuk. Sopir dan kernet kemudian diamankan di salah satu ruangan di SPBU.

Saat yang sama, Jajap bersama warga menanyakan kepada petugas pengawas SPBU dan mengakui perbuatannya. “Ini memang bukan pertama kali,” kata petugas dikutip Jajap.

Pengakuan sama dikuatkan penjelasan Camat Batu Layar, Afgan Kusuma Negara yang tiba di lokasi. Petugas inisial A mengaku, pengisian BBM solar untuk satu mobil mencapai ribuan liter itu atas perintah atasannya inisial M. “Sebenarnya A ini sudah khawatir. Ia sudah ingatkan atasannya. Tapi karena perintah, ya terpaksa,” ujar camat.

Saat ini kasus tersebut ditangani Polres Lombok Barat. Diawali dengan diamankannya barang bukti dan sopir truk. Menurut Kasat Reskrim, kasus ini sedang didalami. “Sopir sedang dalam proses interogasi,” ujarnya singkat. (HAK)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button