Daerah NTB

Bisakah Rute Penerbangan Lombok – Bima – Labuan Bajo Terealisasi?

Mataram (NTB Satu) – Kabupaten Bima, terutama Kecamatan Sape merupakan lokasi yang cukup dekat dengan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo.

Maka dari itu, secara tidak langsung, Kabupaten Bima diapit oleh dua DPSP, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan Labuan Bajo. Hal tersebut kemudian menimbulkan wacana pembukaan rute penerbangan Bima – Labuan Bajo, begitu pun sebaliknya bakal segera terealisasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB, Ir. H. Ridwan Syah, M.Sc, M.M, M.TP., mengatakan, rapat finalisasi anggaran untuk DPSP yang melibatkan Pemerintah Daerah terkait menyisakan hal menarik. Yaitu, keterlibatan Kabupaten Bima, terutama Sape, dalam pembenahan DPSP Labuan Bajo.

Keterlibatan Kabupaten Bima merupakan peluang yang besar lantaran memiliki posisi yang cukup dekat dengan Labuan Bajo.

“Secara tidak langsung, Kabupaten Bima diapit oleh dua DPSP, yaitu KEK Mandalika dan Labuan Bajo,” ungkap Ridwan, Minggu, 28 Agustus 2022.

Badan Otoritas Labuan Bajo menerangkan bahwa bakal memasukkan Sape dalam cakupan pengembangan DPSP Labuan Bajo. Pada akhirnya, Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Provinsi NTT pun bersepakat agar membuka kembali rute penerbangan dari Labuan Bajo – Bima begitu pun dari Lombok – Bima – Labuan Bajo.

“Peluang pengembangan Sape akan sangat terbuka. Terlebih, NTB dan NTT bakal menjadi tuan rumah bersama dalam menyelenggarakan PON 2028,” papar Ridwan Syah.

Dengan menjadi tuan rumah bersama PON 2028, hubungan NTB dan NTT dinilai bakal lebih istimewa. Pemerintah Provinsi NTB telah bersurat ke Pemerintah Provinsi NTT untuk mendorong kerjasama dengan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia agar membuka kembali rute Labuan Bajo – Bima dan Lombok – Bima – Labuan Bajo.

“Namun, rencana tersebut tentu akan melibatkan pihak maskapai penerbangan juga,” terang Ridwan.

Selain bandara, tentu Pelabuhan Sape pun akan dipercantik. Ridwan menuturkan, pengembangan destinasi Sangiang, Kabupaten Bima juga akan dilakukan.

“Mengenai anggaran yang diperlukan, pihak Badan Otoritas Labuan Bajo yang akan mengusulkan,” pungkas Ridwan. (GSR)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button