Covid - 19MataramPendidikan

Mulai Besok, SMAN 3 Mataram Belajar Daring Dampak Covid-19

Mataram (NTB Satu) – Sayang sekali, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara penuh untuk jenjang SMA, bakal dihentikan dulu sementara. Salah satu sekolah yang kembali memberlakukan pembelajaran secara daring (dalam jaringan) ialah SMAN 3 Mataram.

Wakil Kepala Sekolah bagian Humas (Hubungan Masyarakat) SMAN 3 Mataram, Eris Nurhayati S.Si., M.Pd. mengatakan, bakal kembali mengaktifkan pembelajaran secara daring, setelah sempat mengadakan PTM penuh.

Pembelajaran daring diberlakukan kembali lantaran banyak warga SMAN 3 Mataram, baik siswa maupun guru, terjangkit penyakit yang hampir mirip dengan gejala Covid-19.

“Setelah rapat dengan Kepala Sekolah serta beberapa staf, SMAN 3 Mataram memutuskan untuk kembali melaksanakan pembelajaran secara daring,” jelas Eris kepada ntbsatu.com, Selasa, 8 Februari 2022.

Saat ditanya mengenai durasi pelaksanaan pembelajaran secara daring, Eris menjawab akan diberlakukan mulai dari 9-12 Februari 2022.

“Agar pembelajaran bisa terus berjalan, maka diputuskan untuk belajar secara daring mulai dari Rabu, 9 Februari sampai dengan 12 Februari 2022,” jawab Eris.

Mengenai prosedur pembelajaran secara daring, Eris mengatakan bakal sama seperti sebelumnya, yang menggunakan aplikasi belajar online seperti zoom, google meet dan google classroom.

“Pembelajaran secara daring, bakal sama mekanismenya seperti hari-hari lalu,” tutur Eris.

Menurut pengakuan Eris, pembelajaran secara daring sebenarnya sudah lama ditinggalkan. Sebab, kondisi memang sudah agak membaik. Pembelajaran Tatap Muka secara penuh awalnya mengacu dari Surat Edaran Kepala Dinas Dikbud NTB tanggal 30 Desember 2021, nomor : 245.1/3496/UM/DIKBUD tentang standar operasional prosedur simulasi tatap muka penuh tahun pelajaran 2021/2022.

Menyoal pasien terjangkit Covid di lingkungan SMAN 3 Mataram, Eris mengatakan satu orang telah terkonfirmasi positif. Namun, itu hanya berdasarkan tes swab antigen, belum melakukan tes PCR. Dengan situasi yang kembali tidak kondusif, Eris berharap badai pandemi segera berlalu dan aktivitas pembelajaran bakal kembali normal.

“Satu orang terkonfirmasi positif. Tapi itu hanya melalui (tes) swab antigen, bukan (tes) PCR. Kami berharap semoga situasi kembali normal dan membaik,” tutup Eris. (GSR)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button