NTB

Mahasiswa UIN Mataram Tolak Rencana Kedatangan BEM RI

Mataram (NTB Satu) – Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Menggugat, demo di depan Gedung Rektorat setempat, Senin, 8 November 2021.

Mereka menolak terhadap kedatangan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) RI yang dikabarkan akan menyelenggarakan acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di kampus Islam tersebut.

Kordum aksi Geger Arif meminta kampus untuk menolak perizinan kegiatan Rapimnas BEM RI yang rencananya akan dibuka di UIN Mataram pada Kamis, 11 November 2021.

Arif, kehadiran BEM RI dalam agenda itu tidak ada kaitannya dengan mahasiswa maupun kampus UIN Mataram.

“BEM RI bukanlah representasi mahasiswa UIN Mataram. Oleh sebab itu, kami tolak kedatangan mereka dan kami mendesak Rektor UIN Mataram untuk tidak memberikan izin tempat berkegiatan,” tegas Arif.

Selain itu, tuntutan lain dari massa aksi yaitu tentang ketidakjelasan status Senat Mahasiswa (Sema) dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) di UIN Mataram dan Pemilu Raya Mahasiswa yang tidak demokratis.

Korlap 1 aksi, Rosyid Budiman di dalam orasinya menyampaikan bahwa Rektor UIN Mataram harus menghidupkan kembali iklim demokrasi di kampus. Karena hanya dengan itu dinamika kemahasiswaan di UIN Mataram bisa terjaga.

Dalam pandangannya, birokrasi di UIN Mataram selama ini lamban menangani persoalan eksistensi Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Sehingga mahasiswa tidak memiliki ruang untuk beraspirasi dan berkspresi.

“Kami meminta Pak Rektor agar segera mengatasi kerancuan yang terjadi di tingkat Ormawa UIN Mataram,” ungkapnya.

Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. Masnun Tahir, didampingi oleh Wakil Rektor III dan jajarannya saat menemui massa, meyakinkan mahasiswa bahwa pihak kampus tidak pernah dan tidak akan memberikan izin tempat kegiatan Rapimnas BEM RI yang direncanakan sebelumnya.

Ia dan pihaknya memastikan tidak memberikan izin penyelenggaraan Rapimnas BEM RI di UIN Mataram karena belum ada koordinasi dan izin dari pusat.

“Tidak kita kasih izin kegiatan itu karena belum ada koordinasi dan izin dari pusat yang saya terima,” kata Masnun.

Masnun menambahkan, kepemimpinannya di UIN Mataram baru beberapa bulan. Sehingga butuh waktu untuk memperbaikinya, terutama sistem pemilihan umum mahasiswa dan status Oramawa di kampus.

“Saya dilantik jadi Rektor baru sekitar tiga bulan yang lalu. Jadi, butuh waktu untuk memperbaiki setiap persoalan yang ada,” jelasnya.

“Tentang eksistensi Sema dan Dema memang sedang kita atensi dan merapikannya. Kita sedang dalam masa pembenahan,” tambahnya.

Selaras dengan pernyataan Rektor, WR III UIN Mataram, Dr. H. Subhan Abdullah Acim, M.A., berjanji akan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa terkait dengan demokratisasi dan transparansi informasi kampus.

“Akan segera kita tindaklanjuti permasalahan tersebut,” kata Acim.

Diujung demonstrasi, massa aksi meminta Rektor UIN Mataram dan WR III  menandatangani tuntutan Aliansi Mahasiswa UIN Mataram Menggugat sebagai komitmen kampus dalam menyelasiakan persoalan tersebut.

Meski sempat terjadi keributan, akhirnya Rektor dan WR III UIN Mataram mengiyakan untuk menandatangani tuntutan peserta aksi. (DAA)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button