Dapat Kucuran Dana Rp300 Juta, Tetebatu Garap Tiga Program untuk Desa Berdaya
Lombok Timur (NTBSatu) – Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, menyiapkan tiga program melalui program Desa Berdaya Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan anggaran Rp300 juta yang akan ditransfer ke rekening desa, pemerintah desa merancang program penanganan sampah, UMKM pembuatan roti, dan pengolahan kopi tradisional.
Kepala Desa Tetebatu, Sabli mengatakan, ketiga proposal tersebut telah mendapat persetujuan. Pihaknya kini menunggu pencairan anggaran untuk memulai pelaksanaan program.
“Kita ajukan tiga proposal dan ketiga proposal kami yang sudah deal, sudah diterima, tinggal tunggu realisasi. ” kata Sabli, Minggu, Oktober 2026.
Melalui program Desa Berdaya, pemerintah desa memiliki keleluasaan mengelola anggaran sesuai proposal yang diajukan. Desa Tetebatu memilih tiga program yang menyasar persoalan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Dari ketiga program tersebut, penanganan sampah menjadi prioritas utama. Sabli memperkirakan program ini membutuhkan anggaran hampir Rp200 juta.
“Jadi kita belum punya pengelolaan sampah itu, selama ini kita masih membakar sampah di belakang rumah. Saya sering sekali dapat laporan tentang sampah dan itu yang saya pusingkan,” ujar Sabli.
Sabli ingin mengubah pola tersebut melalui sistem pemilahan dan pengolahan sampah. Pemerintah desa telah menyiapkan lahan milik desa untuk mendukung kegiatan tersebut.
Ia juga berkomunikasi dengan pengelola bank sampah di Lenek. Pengelola itu menyatakan kesediaannya menerima sampah yang sudah dipilah menjadi tiga jenis.
Namun, Sabli tidak ingin Tetebatu terus bergantung pada fasilitas pengolahan di luar desa. Ia juga mempelajari cara mengolah sampah plastik menjadi paving block.
“Kami ingin menangani sampah di desa sendiri agar tidak menjadi pemasok sampah ke wilayah selatan,” ujarnya.
Sabli menargetkan Tetebatu bebas sampah plastik pada 2027. Menurutnya, kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya tarik desa wisata bagi wisatawan mancanegara.
Buka Peluang Usaha Warga
Dua program lainnya menyasar pengembangan UMKM pembuatan roti dan pengolahan kopi tradisional. Sabli ingin membuka peluang usaha bagi warga yang belum menikmati manfaat ekonomi dari perkembangan pariwisata Tetebatu.
Melalui usaha pembuatan roti, warga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan roti tawar bagi pelaku wisata. Selama ini, kebutuhan tersebut masih mengandalkan pembelian dari warung.
“Sekarang ini, kebutuhan roti tawar kita masih dapatkan dari warung-warung dan itu kebutuhannya cukup banyak untuk di Desa Tetebatu,”
Sabli menyebut, sejumlah warga telah memiliki sertifikat keterampilan membuat roti. Ia ingin mengembangkan kemampuan mereka menjadi usaha produktif yang menghasilkan pendapatan.
Sementara itu, kelompok usaha kopi akan membeli buah kopi dari masyarakat. Kelompok tersebut kemudian mengolahnya melalui proses pengupasan hingga penyangraian biji kopi secara tradisional.
Sabli memperkirakan usaha kopi itu membutuhkan sedikitnya 10 pekerja. Tiga orang akan menjadi tenaga utama, sedangkan pekerja lainnya membantu proses pengolahan.
Untuk mendukung kegiatan kelompok, Sabli berencana meminjamkan bangunan milik pribadinya sebagai tempat usaha. Ia berharap fasilitas tersebut membantu warga memulai kegiatan produksi.
“Harapan saya, bantuan ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan daya jual Tetebatu,” katanya.
Melalui ketiga program tersebut, Sabli berharap anggaran Desa Berdaya dapat memperkuat pengelolaan lingkungan dan membuka peluang usaha baru. Dengan begitu, masyarakat Tetebatu bisa merasakan manfaat ekonomi dari perkembangan pariwisata di wilayahnya. (*)




