Cuaca dan Keterlambatan Kapal Jadi Penyebab Antrean Panjang di Pelabuhan Kayangan
Lombok Timur (NTBSatu) – Departemen Head Bisnis dan Pelayanan ASDP, Andri Papalia, mengungkapkan sejumlah faktor yang menyebabkan keterlambatan keberangkatan kapal di Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur, menuju Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat.
Andri menjelaskan, sebelum pukul 16.00 Wita pada Minggu, 1 November 2026, sempat terjadi keterlambatan keberangkatan kapal sehingga jadwal penyeberangan ikut molor. Namun, setelah itu operasional kembali berjalan normal.
Menurutnya, cuaca menjadi salah satu faktor yang menghambat operasional kapal sehari sebelumnya. Kondisi tersebut membuat waktu pelayaran yang biasanya 2,5 jam meningkat menjadi tiga jam.
“Kemarin operasional agak terganggu cuaca. Sehingga dari jam layar 2,5 jam jadi tiga jam,” kata Andri, Senin, 2 November 2026.
Selain faktor cuaca, jumlah kapal yang beroperasi juga berkurang. Dari total 10 kapal, hanya delapan kapal yang melayani penyeberangan. Satu kapal menjalani docking, sedangkan satu kapal lainnya mengalami kendala teknis.
Andri menjelaskan, kendaraan yang mengantre saat itu sudah berada di area siap muat dan tinggal menunggu giliran masuk kapal. Petugas baru berhasil mengurai kepadatan antrean sekitar pukul 02.00 Wita.
“Antriannya posisi di siap muat, artinya posisi menunggu proses muat,” jelasnya.
Ke depan, ASDP akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan NTB sebagai pihak yang menerbitkan jadwal kapal. Koordinasi tersebut bertujuan agar kapal yang mengalami kendala bisa segera digantikan kapal lain sehingga pelayanan penyeberangan tetap berjalan.
“Hal ini akan kami koordinasikan dengan dishub sebagai pihak yang menerbitkan jadwal kapal. Sehingga, kapal yang terkendala bisa digantikan segera,” kata Andri.
Kendaraan Menumpuk di Pelabuhan
Sebelumnya, antrean kendaraan di Pelabuhan Kayangan menuai keluhan dari sejumlah penumpang. Sejak pukul 16.00 Wita, kendaraan roda empat, mulai dari angkutan umum, truk hingga mobil pribadi, mengular dari area dermaga sampai tempat parkir.
Antrean panjang juga terjadi di jalur kendaraan roda dua. Sejumlah pengendara bahkan tampak kelelahan setelah menunggu berjam-jam.
Muhammad Iqbal, salah seorang penumpang asal Kabupaten Sumbawa, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Ia menilai antrean panjang di Pelabuhan Kayangan bukan kali pertama terjadi.
“Kasihan ibu-ibu dan anak-anak, mereka kelelahan,” ujar Iqbal, yang juga menjabat Wakil Rektor Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).
Iqbal Sanggo, sapaan akrabnya, berharap ASDP bersama Dinas Perhubungan NTB segera mencari solusi untuk mengatasi persoalan antrean yang kerap berulang, baik di Pelabuhan Kayangan maupun Poto Tano. (*)




