Lombok Tengah

Cetak Rekor Baru, Trafik BIZAM Saat MotoGP 2026 Melonjak 37 Persen

Lombok Tengah (NTBSatu) – Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 mencatatkan rekor tertinggi lalu lintas udara selama lima tahun pelaksanaan ajang balap motor dunia tersebut di Lombok, NTB.

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) merekam lonjakan signifikan pada tiga indikator utama penerbangan, yakni pergerakan pesawat, jumlah penumpang, serta volume kargo. General Manager BIZAM, Aidhil Philip Julian, membenarkan hal itu.

“Pencapaian rekor trafik pada MotoGP 2026 menunjukkan tingginya aktivitas penerbangan dan mobilitas menuju Lombok selama penyelenggaraan ajang internasional ini,” katanya dalam keterangan tertulis pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Lonjakan Trafik Udara

Selama periode operasional khusus MotoGP 2026, yaitu H-4 pada 5 Oktober 2026 hingga H+5 pada 16 Oktober 2026, BIZAM melayani 1.217 pergerakan pesawat. Angka ini melonjak 26 persen jika menyejajarkannya dengan 966 pergerakan pada periode serupa tahun 2025.

Pertumbuhan sejalan juga terjadi pada trafik penumpang yang menembus 106.933 orang. Jumlah tersebut tumbuh 10 persen berbanding 97.121 penumpang pada ajang tahun sebelumnya.

Sementara itu, volume kargo yang masuk dan keluar BIZAM menyentuh 1.281 ton atau naik 37 persen dari 935 ton pada MotoGP 2025. Aidhil menilai, lonjakan trafik udara mempertegas peran BIZAM sebagai pintu gerbang utama kedatangan pembalap, logistik tim, ofisial, hingga puluhan ribu penonton.

Aidhil memastikan seluruh kesiapan operasional berjalan optimal demi menjamin keselamatan penerbangan selama lonjakan penumpang berlangsung.

“Kami terus memperkuat kesiapan operasional, memastikan fasilitas dan personel dalam kondisi optimal, serta meningkatkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar peningkatan trafik dapat dilayani dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujarnya.

Tren Pertumbuhan Sustainable

Peningkatan aktivitas di BIZAM tidak hanya bertumpu pada momen ajang balap dunia semata. Sepanjang Triwulan III 2026, bandara ini melayani 765.179 penumpang, meningkat 7,1 persen ketimbang 714.204 penumpang pada Triwulan III 2025.

Pergerakan pesawat pada periode tiga bulanan tersebut merekam 8.718 pergerakan atau tumbuh 23,3 persen. Meskipun demikian, pergerakan kargo pada Triwulan III 2026 mencatatkan penurunan sebesar 9,3 persen menjadi 2.953 ton. Sedangkan sebelumnya tercatat 3.256 ton pada periode sama tahun 2025.

Aidhil juga menilai dinamika kargo udara memiliki pola pertumbuhan tersendiri yang berbeda dari tren pergerakan penumpang dan pesawat. Secara kumulatif sejak Januari hingga September 2026, BIZAM telah melayani 2.063.862 penumpang.

Realisasi ini naik 12,9 persen berbanding 1.828.120 penumpang pada periode yang sama tahun lalu. Jumlah pergerakan pesawat juga terangkat 27,9 persen mencapai 23.961 pergerakan.

Pengiriman kargo secara kumulatif ikut merangkak naik 24,1 persen menjadi 9.499 ton dari periode tahun 2025 sebesar 7.655 ton. BIZAM mencatat tiga penerbangan penghubung utama dengan volume trafik tertinggi di BIZAM.

Pertama, rute dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK). Kedua, Bandara Internasional Juanda (SUB). Ketiga, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS).

Pertumbuhan trafik penerbangan secara konsisten hingga sembilan bulan pertama tahun 2026 ini memperkuat posisi BIZAM sebagai penggerak utama konektivitas udara, pertumbuhan ekonomi regional, dan industri pariwisata NTB. (*)

Artikel Terkait