PemerintahanSumbawa Barat

Hasil MCU Belum Rampung, Pelepasan Peserta Program PRIMA KSB Diundur

Sumbawa Barat (NTBSatu) – Pelaksanaan Program Peningkatan Resiliensi dan Mutu Pekerja Migran Indonesia (PRIMA) ke Jepang asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kini memasuki fase krusial.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) KSB mengundur jadwal pelepasan resmi peserta lantaran proses pemeriksaan kesehatan (Medical Check Up/MCU) bagi peserta cadangan masih terus berlangsung.

Pemkab KSB mengambil langkah ini demi memastikan seluruh calon pekerja migran lokal memenuhi standar ketat kesehatan fisik sebelum berangkat menuju pusat pelatihan nasional di Jakarta.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KSB, Slamet Riadi, S.Pi., M.Si., melalui Kabid Ketenagakerjaan, Nasrullah, membenarkan penyesuaian jadwal tersebut murni berawal dari kendala teknis tes medis.

“Awalnya keberangkatan menjadwalkan besok, tetapi ada kendala terkait hasil pemeriksaan medis peserta yang belum rampung secara keseluruhan,” ujarnya kepada NTBSatu, Rabu, 21 Oktober 2026.

Gugurnya Peserta Utama

Nasrullah merincikan bahwa dari seleksi tahap pertama yang menjaring 34 peserta interview, satu orang memilih mundur dan satu orang mengantongi status tidak fit (unfit) dari tim medis.

Panitia lantas menggelar MCU tahap kedua terhadap 18 peserta cadangan. Namun, lima orang di antaranya kembali memicu catatan unfit karena gagal memenuhi kriteria klinis penentu.

Gugurnya sejumlah peserta utama ini secara otomatis membuka peluang emas bagi calon tenaga kerja pada barisan daftar tunggu (waiting list).

Guna memenuhi target kuota 50 orang anggaran APBD KSB, pihak dinas memanggil 10 nama dari daftar tunggu yang sebelumnya telah lulus tahap wawancara untuk menjalani MCU susulan di RS Aisyiyah, Taliwang.

Dari 10 orang undangan, sebanyak delapan peserta hadir memperjuangkan asa mereka menuju Negeri Sakura.

“Dari sepuluh orang undangan untuk MCU tambahan, delapan orang hadir mengikuti pemeriksaan dan hasilnya keluar hari Sabtu,” ujarnya.

Jamin Efisiensi Anggaran dan Kualitas Vokasi

Disnakertrans KSB memastikan penunjukan peserta cadangan ini murni merujuk urutan daftar tunggu resmi tanpa menambah batas kuota daerah.

Pemerintah menerapkan pengetatan tes kesehatan sejak dini. Guna mengantisipasi risiko kegagalan peserta pada MCU akhir menjelang pemberangkatan, yang berpotensi merugikan alokasi anggaran daerah.

“Jika dari delapan orang ini ada yang gugur kembali. Kami akan mengambil peserta dari urutan daftar tunggu berikutnya sampai kuota 50 orang benar-benar terpenuhi,” tambahnya.

Kedelapan peserta cadangan yang mengantongi status fit nantinya akan bergabung bersama rombongan utama menuju pelepasan resmi oleh Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si.

Gedung Setda KSB lantai tiga siap mengawal acara pelepasan pada Senin pekan depan sekitar pukul 09.00 Wita.

Usai pelepasan, para peserta langsung bertolak menuju Jakarta untuk mengikuti pemusatan pelatihan (training center) selama enam bulan. Pelatihan ini bersama Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara (YPAN).

Program pelatihan intensif tersebut mencakup tiga bulan penguasaan bahasa dan adaptasi budaya Jepang. Kemudian berlanjut tiga bulan pelatihan keterampilan teknis serta uji sertifikasi kompetensi.

Uji sertifikasi vokasi ini menjadi penentu utama kelayakan peserta sebelum menempati berbagai posisi sektor industri, pertanian, hingga perikanan di Jepang.

“Mudah-mudahan semua peserta bertahan dan mampu melewati rangkaian pelatihan bahasa, budaya, hingga uji sertifikasi teknis dengan hasil maksimal,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait