Kota MataramLingkungan

TPST Kebon Talo Siap Sulap Sampah Ampenan Jadi Nilai Ekonomis

Mataram (NTBSatu) – Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo di Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan, menjadi solusi utama penanganan sampah di wilayah setempat.

Fasilitas modern ini berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare dengan kapasitas olah 60 ton sampah per hari. Proyek senilai Rp52 miliar hingga Rp90 miliar ini mendapatkan dukungan Kementerian Pekerjaan Umum, dengan biaya operasional tahunan sekitar Rp5,4 miliar.

Camat Ampenan, Erma Suryani, S.STP., menyampaikan TPST Kebon Talo berfokus untuk melayani wilayah Ampenan dan Sekarbela. Harapannya, TPST ini bersama TPST Sandubaya, mampu menekan volume sampah Kota Mataram yang mencapai 300 ton per hari sebelum menuju pembuangan akhir ke TPA Regional Kebon Kongok.

“Pembangunan TPST Kebon Talo menjadi jawaban yang sangat masyarakat Ampenan nantikan Selama ini volume sampah harian cukup membebani TPA Kebon Kongok. Melalui fasilitas ini, sampah warga Ampenan dan Sekarbela bisa langsung diolah dari sumbernya,” ujar Erma Suryani, Minggu, 18 Oktober 2026.

Menuju Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Erma menjelaskan, per Oktober 2026 progres pembangunan fisik TPST Kebon Talo baru mencapai 17 persen.

Meski begitu, ia optimistis pengerjaan rampung tepat waktu pada 31 Desember 2026, sehingga bisa beroperasi penuh pada awal 2027.

“Walaupun progres fisik baru 17 persen, kami terus berkoordinasi intensif dengan Dinas Lingkungan Hidup dan kontraktor agar proyek tetap sesuai target. Pengerjaan selesai pada 31 Desember 2026 dan siap beroperasi awal 2027,” terangnya.

Lebih lanjut, Erma menekankan TPST Kebon Talo tidak sekadar tempat pembuangan, melainkan pusat pengolahan sampah bernilai ekonomis.

Olahan Residu sampah berupa Solid Recovered Fuel (SRF) atau bahan bakar alternatif untuk dipasok ke PLTU Jeranjang.

“TPST ini menerapkan teknologi modern. Residu sampah tidak kita buang begitu saja, tetapi diubah menjadi SRF yang bernilai ekonomis untuk dimanfaatkan PLTU Jeranjang. Ini langkah konkret menuju pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Menyambut operasional TPST Kebon Talo, pihak Kecamatan Ampenan gencar mengedukasi masyarakat terkait pemilahan sampah dari rumah serta membenahi sistem penjemputan sampah lingkungan.

“Kami mengimbau masyarakat Ampenan untuk mulai memilah sampah organik dan anorganik dari rumah. Kecamatan bersama para lurah dan kepala lingkungan juga sedang menyusun jadwal penjemputan sampah agar pengangkutan dari permukiman menuju TPST Kebon Talo berjalan lancar,” tutup Erma. (*)

Artikel Terkait