Stunting di Ampenan Selatan Turun Jadi 19 Kasus
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Kelurahan Ampenan Selatan berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui optimalisasi peran Posyandu dan kegiatan lintas sektoral.
Wilayah Kelurahan Ampenan Selatan yang terdiri dari empat lingkungan yakni Karang Panas, Gatep, Karang Buyuk, dan Tangsi tercatat memiliki jumlah penduduk sebanyak 10.192 jiwa per Agustus.
Untuk melayani jumlah penduduk tersebut, Kelurahan Ampenan Selatan mengoperasikan enam Posyandu yang tersebar di seluruh lingkungan dengan 48 orang kader pembantu.
Layanan Posyandu ini berlangsung rutin setiap bulan secara gratis dengan melibatkan berbagai pihak lintas sektoral, seperti Puskesmas Tanjung Karang, para kepala lingkungan, dan lembaga kemasyarakatan.
Sekretaris Lurah Ampenan Selatan, Zohariyah, menjelaskan sasaran pelayanan di Posyandu mencakup berbagai kelompok usia. Sebagai contoh, pada Posyandu Keluarga Buyuk Mekar, sasaran mencakup seorang ibu hamil, 110 balita, 316 remaja, 854 usia dewasa, hingga 97 lansia.
Dalam hal pengawasan dan pembinaan, pihak kelurahan secara rutin turun ke lapangan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
“Monitoring kegiatan Posyandu terlaksana setiap bulan oleh tim dari Kelurahan Ampenan Selatan, baik Lurah beserta Kasi dan seluruh jajaran staf,” ujar Zohariyah, Senin, 19 Oktober 2026.
Selain monitoring lapangan, pihak kelurahan juga fokus pada pengawasan sarana prasarana, evaluasi pelaporan data (seperti pengukuran berat badan balita), serta penguatan kapasitas para kader.
Pelatihan dan sosialisasi rutin berlangsung dengan bekerja sama dengan Puskesmas Tanjung Karang dan OPD terkait. Meliputi pencegahan penyakit menular maupun tidak menular hingga sosialisasi pangan aman.
“Semua sektor memberikan penyuluhan kepada kader. Agar kader-kader kami memiliki keahlian atau skill yang mumpuni dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Penanganan Stunting dan Sinergi Lintas Sektoral
Terkait angka stunting, Zohariyah memaparkan adanya penurunan jumlah kasus di wilayahnya. Berdasarkan data bulan Maret, tercatat sebanyak 25 kasus stunting, namun angka tersebut berhasil ditekan menjadi 19 kasus.
Kelurahan Ampenan Selatan terus berupaya menekan angka stunting meski menghadapi keterbatasan anggaran. Pihak kelurahan juga memperkuat sinergi dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan program pemerintah lainnya.
“Kami mengusahakan dengan memberikan PMT untuk memberikan support bagi balita dan lansia. Selain itu, adanya program MBG (Makan Bergizi Gratis) dan bantuan dari OPD terkait sangat membantu,” jelas Zohariyah.
Lingkungan Karang Panas dan Tangsi menerima bantuan telur dan susu dari Dinas Perhubungan serta DWP untuk meningkatkan gizi masyarakat setempat.
Zohariyah berharap ke depannya wilayah Kelurahan Ampenan Selatan bisa bebas dari kasus stunting melalui deteksi dini sejak masa kehamilan.
“Harapan kami semoga tidak ada lagi stunting di Kelurahan Ampenan Selatan. Ke depannya bisa terdeteksi dini mulai dari proses kehamilan, melahirkan, hingga 1000 hari pertama kehidupan,” tutupnya. (*)




