Kota Mataram

Musim Hujan Tiba, Mataram Terancam Banjir Sampah

Mataram (NTBSatu) – Sejumlah sungai dan saluran air di Kota Mataram kembali mengalami penumpukan sampah domestik atau rumah tangga dalam volume yang signifikan.

Meskipun Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Mataram sebelumnya telah melakukan pembersihan, tumpukan sampah kembali muncul dengan jumlah yang lebih banyak pascahujan.

Kepala Dinas PUPR Kota Mataram, Lale Widiahning, menyatakan keprihatinannya atas siklus pembersihan yang berulang akibat kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sungai.

“Contoh di Sungai Unus, hujan kemarin langsung terkumpul sampah itu. Padahal minggu kemarin baru selesai kami angkat. Artinya sampah kiriman ada, sampah lokalan juga ada,” ujar Lale, Selasa, 3 November 2026.

Ia menambahkan, kapasitas fisik sungai sebenarnya dalam kondisi sangat memadai, namun terhambat oleh limbah masyarakat.

“Sekuat tenaga kami bersihkan, kalau kesadaran itu tidak ada, ya begini akhirnya. Buang, angkat, angkat. Buang, angkat, angkat, begitu terus (polanya),” tegasnya.

Percepat Pembuangan ke TPA

Menyikapi permasalahan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram mengambil langkah penanganan bersama Dinas PUPR untuk mempercepat pengangkutan sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Sebagai upaya pencegahan, kami bersama Dinas PUPR mengangkut sampah yang sebelumnya telah diangkat dari saluran dan sungai ke TPA,” jelas Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi.

Denny menyebut, sampah kembali menumpuk setelah hujan meskipun PUPR telah membersihkan saluran dan sungai beberapa minggu sebelumnya.

“Beberapa minggu yang lalu PUPR sudah membersihkan saluran dan sungai. Tapi setelah hujan kemarin, sampah kembali menumpuk sehingga kami ikut turun tangan untuk mengangkut sampah-sampah yang sudah diangkat dari saluran,” tambah Denny.

Ia mengatakan, setiap instansi dan masyarakat harus bekerja sama menjaga kebersihan agar penanganan sampah tidak hanya bergantung pada satu instansi.

“Kalau menurut pendapat saya, ini kita tidak bisa menyelesaikan dengan konsentrasi hanya di PUPR atau di DLH. Ini kita harus keroyokan,” pungkas Denny.

Saat ini, fokus utama tim teknis di lapangan adalah menjaga kelancaran debit air guna memitigasi risiko bencana banjir jelang puncak musim hujan.

“Target kita sekarang bagaimana sampah ini tidak terjadi penumpukan. Tidak ada sumbatan. Artinya air lancar. Mudah-mudahan tidak ada hal-hal yang menghambat banjir, kalau misalnya curah hujan kita tinggi,” tutup Denny. (*)

Artikel Terkait