Dinsos Mataram Asesmen Badut Jalanan: Warga Luar Dipulangkan, Warga Lokal Diberdayakan
Mataram (NTBSatu) – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram terus menata serta menangani maraknya badut jalanan yang beroperasi pada wilayah Kota Mataram.
Langkah tersebut berjalan melalui proses asesmen guna memetakan asal-usul serta kondisi ekonomi para pelaku badut.
Kepala Dinas Sosial Kota Mataram, Muzakkir Walad, menyampaikan pihaknya menerapkan pendekatan komprehensif. Mulai dari pemeriksaan tingkat kesejahteraan (desil) hingga asal daerah.
“Secara kondisi, data desil menunjukkan ada yang berekonomi baik, dari desil 6 sampai 10. Kita tidak tahu modus sebenarnya, apakah sekadar mencari uang tambahan atau memperkaya diri,” ujar Muzakkir, Selasa, 20 Oktober 2026.
Berdasarkan hasil asesmen, pihaknya menjalankan dua langkah penanganan. Bagi badut asal luar Kota Mataram maupun luar daerah (seperti penanganan kasus asal Solo sebelumnya), pihak dinas tidak akan memberikan pembinaan lokal.
“Mereka akan kembali ke daerah asal melalui kerja sama bersama Dinas Sosial Provinsi lewat Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC),” jelas Mantan Camat Ampenan itu.
Kedua, untuk badut warga Kota Mataram yang benar-benar membutuhkan pekerjaan serta berada pada kondisi ekonomi bawah, pemerintah menyiapkan intervensi dan solusi pemberdayaan.
“Kami menghimpun data beserta nomor kontak sekitar 30 badut Kota Mataram untuk kami bantu promosikan mereka secara kolektif,” ujar Muzakkir.
Pihaknya berencana mempromosikan jasa para badut lewat akun media sosial resmi dinas. Agar masyarakat dapat menyewa jasa mereka untuk berbagai acara hiburan. Contohnya untuk ulang tahun, hari jadi, hingga kegiatan literasi.
“Arahnya ke sana, ada intervensi serta solusi dari kami. Bukan semata-mata mematikan mata pencaharian mereka, melainkan memberi wadah supaya mereka bekerja lebih profesional dan terarah,” pungkas Muzakkir. (*)




