Babakan Pangkas Stunting Hingga 72 Persen
Mataram (NTBSatu) – Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, mencatatkan penurunan signifikan kasus stunting pada 2026. Angka stunting di wilayah ini anjlok hingga 72 persen, dari 149 kasus pada 2025 menjadi tersisa 41 kasus.
Lurah Babakan, Muhammad Agus, mengapresiasi kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pihak swasta, dan masyarakat yang berhasil menekan angka stunting secara drastis.
“Alhamdulillah, penurunannya sangat signifikan, dari ratusan kasus menjadi 41 kasus,” ujar Agus, Selasa, 27 Oktober 2026.
Meski tercatat 41 kasus, Agus membeberkan bahwa tidak seluruh data tersebut berasal dari warga asli Babakan. Mayoritasnya terindikasi warga luar wilayah. Mereka memanfaatkan pelayanan kesehatan di posyandu setempat.
“Dari 41 kasus ini, ada beberapa yang terindikasi bukan warga kami. Masyarakat dari luar wilayah datang ke posyandu sehingga datanya masuk dalam catatan kami,” jelasnya.
Ia meyakini, apabila penyesuaian pendataan selaras dengan administrasi kependudukan di puskesmas, angka stunting murni warga Kelurahan Babakan bisa jauh lebih rendah.
Penurunan drastis ini melalui berbagai program intervensi. Pihak kelurahan memperkuat koordinasi dengan Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan, serta pihak swasta.
Penanganan stunting juga diperkuat penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran 3B sesuai arahan pemerintah pusat. Serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) rutin di setiap posyandu.
Uniknya, penanganan stunting di Babakan juga terbantu dengan aksi swadaya para pegawai kelurahan yang secara sukarela patungan memberikan bantuan makanan bagi balita sasaran.
“Pemberian makanan dari para pegawai kelurahan bersifat sukarela dan terus kami upayakan,” kata Agus.
Agus berharap penanganan stunting dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan. Ia juga mengimbau para orang tua dan orang tua asuh aktif memantau tumbuh kembang serta asupan gizi anak agar sisa kasus yang ada dapat terus ditekan. (*)




