Kemarau Panjang Akibat El Nino Ekstrem, Pemprov NTB Gelar Salat Istiska Minta Hujan
Mataram (NTBSatu) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menggelar Salat Sunah Istiska secara berjemaah untuk memohon penurunan hujan di tengah kemarau panjang yang melanda wilayah NTB.
Pemprov NTB mengambil langkah kerohanian ini sebagai ikhtiar menyikapi pergeseran awal musim hujan akibat fenomena El Nino kategori sangat kuat.
Imam TGH. Abdul Manan, LC memimpin Salat Istiska yang berlangsung secara lancar. Sementara khatib Drs. TGH. Munajib Khalid menyampaikan khutbah khusus di halaman Kantor Gubernur NTB.
Melalui Salat Istiska ini, Pemprov NTB berharap doa yang dipanjatkan masyarakat dapat terkabul sehingga hujan segera turun untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga dan membantu para petani.
Guna memperluas jangkauan ikhtiar, Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal mengimbau seluruh pemerintah kabupaten/kota beserta masyarakat menggelar Salat Istiska secara serentak.
“Ini sudah mendung, semoga segera turun hujan,” ujarnya, Jumat 16 Oktober 2026.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meramalkan musim hujan di kawasan Mataram dan Lombok Barat baru bermula sekitar akhir November serta daerah lain di NTB pada Desember. Meski begitu, ia berharap ikhtiar doa dan salat ini dapat mendatangkan rahmat hujan lebih awal.
“Mudah-mudahan hujan segera turun sehingga masyarakat bisa menikmati air dan suasananya menjadi lebih adem,” lanjutnya.
El Nino Ekstrem Menggeser Jadwal Musim Hujan 2026
Sebagai informasi, BMKG memprediksi sebagian besar wilayah NTB baru akan memasuki awal musim hujan pada akhir November hingga Desember 2026.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG NTB, Nuga Putrantijo menjelaskan, indeks El Nino yang mencapai +3,07 derajat Celsius menjadi pemicu utama perpanjangan musim kemarau tahun ini.
Fenomena ekstrem tersebut secara signifikan mengubah pola dan menggeser jadwal datangnya musim hujan.
BMKG membagi wilayah NTB ke dalam 27 zona musim 10 zona di Pulau Lombok dan 17 zona di Pulau Sumbawa sehingga musim hujan tidak akan mulai secara serentak.
BMKG memprakirakan Wilayah Zona NTB 1 yang mencakup Kota Mataram dan sebagian Kabupaten Lombok Barat baru akan menerima guyuran hujan pada dasarian ketiga atau sepuluh hari terakhir November.
Meskipun BMKG memprediksi hujan baru turun pada akhir November, Pemprov NTB berharap ikhtiar doa bersama ini dapat mendatangkan rahmat hujan lebih awal untuk meredakan kekeringan di seluruh wilayah NTB (*)




