Advertorial

Lewat Desa Berdaya, Air Suning Sulap Sampah Rumah Tangga Jadi Peluang Ekonomi

Sumbawa Barat (NTBSatu) — Pemerintah Desa Air Suning, Kecamatan Seteluk memanfaatkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa Berdaya guna membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat. 

Pemanfaatan limbah rumah tangga terbukti mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi warga setempat.

Sebanyak 540 kepala keluarga terarah untuk memilah sampah dari dapur rumah tangga serta memanfaatkan fasilitas biopori dan bank sampah. Oleh karena itu, BUMDes setempat bertindak sebagai pengelola utama penampungan sampah anorganik bernilai jual.

Kepala Desa Air Suning, Irwan Yuliono, menjelaskan bahwa pembiasaan pemilahan sampah organik dan anorganik menjadi kunci utama suksesnya program. Maka dari itu, limbah dapur warga tidak lagi menumpuk pada tempat pembuangan akhir.

“Pengelolaan sampah kami mulai dari rumah tangga agar masyarakat terbiasa memilah sejak dari sumbernya,” ujar Kepala Desa Air Suning, Irwan Yuliono, Rabu, 21 Oktober 2026. 

Skema BKK Desa Berdaya dan Intervensi Pemprov NTB

Pemerintah Provinsi NTB terus melanjutkan program Desa Berdaya yang menyasar 257 desa dan kelurahan hingga akhir tahun 2026. Langkah ini diambil, guna mempercepat pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti, menjelaskan bahwa sasaran terdiri atas 224 desa serta 33 kelurahan se-NTB. Di samping itu, alokasi bantuan tematik bernilai Rp300 juta hingga Rp500 juta per desa.

“Desa Berdaya Tematik mengarahkan pemerintah desa mengembangkan potensi lokal melalui tema ketahanan pangan, pariwisata, serta kelestarian lingkungan,” kata Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti.

Nelly menerangkan bahwa Pemprov NTB juga menjalankan skema Desa Berdaya Transformatif untuk menyasar keluarga miskin ekstrem. Namun demikian, satu orang pendamping mengawal 50 kepala keluarga dalam menjalankan usaha ekonomi produktif.

“Kami berikan modal peralatan usaha kemudian kami dampingi, karena tidak semua orang berbakat berbisnis langsung sukses,” terang Nelly.

Pendampingan Usaha dan Realisasi Rencana Bisnis

Selanjutnya, Bappeda NTB mendorong percepatan realisasi kegiatan sesuai dengan proposal bisnis yang diajukan setiap desa. Sebab, percepatan belanja program membuat manfaat bantuan segera terarah pada peningkatan pendapatan warga.

“Segera membelanjakan dan memproduksi apa yang memang sudah masuk di dalam rencana bisnis proposal,” tegas Nelly.

Penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas di Desa Air Suning menjadi bukti nyata keberhasilan penyelarasan program daerah dan provinsi. 

Sinergi pemberdayaan mampu menciptakan lingkungan bersih sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat desa.

“Pengelolaan sampah hulu menciptakan lingkungan bersih sekaligus peluang ekonomi baru bagi desa,” pungkas Irwan Yuliono. (*)

Artikel Terkait