Lombok Barat

Penumpang Kapal Kedapatan Bawa Puluhan BBM dalam Botol Mineral ke Bali

Lombok Barat (NTBSatu) – Petugas Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Lembar menemukan penumpang membawa Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam botol air mineral.

Sebagian penumpang membawa satu hingga dua botol. Namun, petugas juga menemukan penumpang membawa hingga 10 botol BBM.

Humas KSOP Lembar, Gerson mengatakan, petugas menemukan berbagai jumlah BBM saat memeriksa kendaraan yang akan naik kapal menuju Bali.

“Ada yang bawa sebotol, ada yang bawa dua botol, ada yang bawanya sampai 10 botol,” kata Gerson kepada NTBSatu, Minggu, 18 Oktober 2026.

Petugas juga menemukan penumpang membawa BBM dalam jumlah lebih banyak. Namun, Gerson mengaku kesulitan menghitung total temuan karena pemeriksaan berlangsung sejak pagi hingga malam.

“Anggota di sana kesulitan untuk menyortir semua dari pagi sampai malam. Kewalahan karena saking banyaknya,” ujarnya.

Gerson menyebut, petugas menemukan belasan hingga puluhan botol BBM dalam pemeriksaan sebelumnya. Namun, ia belum memastikan jumlah keseluruhan temuan selama pemeriksaan berlangsung.

BBM Diamankan, Bukan Langsung Disita

Petugas kemudian meminta penumpang yang ketahuan membawa bensin untuk mengeluarkan BBM dari area pelabuhan. Mereka bisa menjualnya kepada pedagang atau menitipkannya kepada keluarga.

Petugas juga mengizinkan penumpang mengisi BBM ke tangki kendaraan jika masih memiliki ruang. “Jadi bukan kita yang ambil ya, kita cuma larang naik ke kapal karena berbahaya,” tegasnya.

Sementara itu, petugas mengamankan BBM dalam jumlah lebih banyak. Penumpang dapat menitipkan barang tersebut kepada petugas untuk sementara waktu.

Gerson mengatakan, keluarga pemilik bisa mengambil kembali BBM yang penumpang titip. Namun, petugas meminta mereka segera mengambil barang tersebut karena kantor tidak memiliki kapasitas penyimpanan besar.

“Kalau mau menitipkan kepada petugas boleh, tetapi besok paginya harus langsung diambil,” katanya.

Ia menyebut, beberapa pemilik sudah mengambil kembali BBM mereka. Namun, sebagian lainnya belum mengambil barang karena masih berada di Bali.

Gerson menegaskan, petugas tidak bermaksud menyita BBM milik masyarakat. Menurutnya, BBM memiliki nilai ekonomi sehingga petugas perlu menjaga barang titipan tersebut.

“Kalau petugas mengambil untuk disita, terus mau diapakan? Barang-barang ini bernilai,” ujarnya.

Fokus Cegah Kebakaran di Kapal

Gerson menegaskan, pemeriksaan tersebut berfokus pada keselamatan pelayaran. Ia membantah petugas bertujuan menghalangi masyarakat membawa BBM ke Bali untuk dijual.

“Kewenangan kami hanya memastikan BBM yang naik ke kapal tidak terbakar. Itu yang berbahaya dan kami jaga,” tegasnya.

Menurutnya, petugas perlu mencegah risiko kebakaran akibat BBM dalam kemasan yang tidak sesuai ketentuan. Karena itu, pemeriksaan kendaraan menjadi bagian penting sebelum penumpang naik kapal.

Gerson juga meminta masyarakat memahami tujuan pemeriksaan tersebut. Ia menilai sosialisasi perlu mereka perkuat karena sebagian penumpang belum mengetahui aturan membawa BBM melalui kapal.

“Kami berharap ada imbauan kepada masyarakat supaya membantu tugas kami di lapangan. Rata-rata orang di bawah belum tahu,” katanya.

Ia menduga praktik membawa BBM menuju Bali mungkin sudah berlangsung sejak kelangkaan BBM terjadi di pulau tersebut. Namun, ia belum bisa memastikan kapan praktik itu mulai berlangsung. (*)

Khazani Darunnafis

Khazani atau Zani adalah Jurnalis NTBSatu yang fokus menulis di isu Daerah Lombok Barat, Politik, Kebencanaan dan Human Interest. Ia merupakan lulusan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram dengan Konsentrasi Jurnalistik.

Artikel Terkait