Atraksi Barampok Maras di Taliwang Dipadati Ribuan Penonton
Sumbawa Barat (NTBSatu) – Ribuan warga memadati Alun-alun Taliwang untuk menyaksikan tradisi permainan rakyat Barampok Maras, Minggu, 4 Oktober 2026. Atraksi adu ketangkasan fisik ala Sumbawa ini menjadi rangkaian peringatan HUT TNI dan HUT Kabupaten Sumbawa Barat.
Masyarakat tampak mengelilingi arena pertandingan guna menyaksikan aksi para petarung yang tampil menjunjung tinggi sportivitas. Bahkan, sejumlah wisatawan asing serta Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata turut menyaksikan laga budaya tersebut.
Ketua MPC Pemuda Pancasila KSB, Agusti Lanar Medyar menegaskan, Barampok bukan sekadar hiburan atau adu fisik semata. Sebaliknya, tradisi ini memuat warisan nilai luhur leluhur tau dan tana Samawa.
“Barampok adalah simbol sportivitas, kejujuran, dan keberanian tau dan tana Samawa,” ujar Agusti Lanar Medyar, Minggu, 4 Oktober 2026.
Sebab, para petarung harus segera merangkul kembali lawannya begitu pertandingan di dalam arena berakhir. Organisasi penyelenggara menekankan agar para peserta tidak membawa rasa dendam ke luar arena.
“Kita jadikan Barampok ini sebagai pemersatu dan pembangkit semangat gotong royong masyarakat,” tegas Agusti.
Sasar Potensi Atraksi Wisata Budaya
Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) KSB mengapresiasi kebangkitan kembali tradisi lokal ini dalam suasana yang meriah dan aman. Bahkan, daerah memproyeksikan kegiatan ini sebagai modal penting penyelenggaraan event budaya mendatang.
Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah, S.T., M.Si., meminta para peserta tetap menjaga sportivitas dan menaati aturan pertandingan. Pimpinan daerah menekankan pentingnya menjaga kondisi arena tetap kondusif selama laga berlangsung.
“Boleh arena ini panas, tetapi otak tetap dingin,” ujar Bupati Amar.
Selanjutnya, keberhasilan pelaksanaan Barampok Maras menjadi peluang besar dalam mengembangkan atraksi wisata budaya unggulan daerah. Langkah ini sekaligus memperkenalkan identitas budaya Sumbawa kepada wisatawan nasional maupun mancanegara.
Akibatnya, perjumpaan masyarakat dalam tradisi lokal sanggup memperkuat tali persaudaraan antarwarga di Sumbawa Barat. Aparat TNI dan Polri turut mengawal seluruh rangkaian kegiatan agar berjalan tertib.
Meskipun demikian, penyelenggara tetap memerlukan konsistensi pengamanan guna memastikan setiap gelaran budaya berjalan lancar. Pemerintah daerah berkomitmen terus merawat tradisi Barampok Maras sebagai warisan leluhur.
“Kita jaga budaya kita, Barampok Maras,” pungkas Bupati Amar. (*)




