Nasional

Profil Luky Alfirman: Dipecat Purbaya Karena Motor Listrik MBG, Kini Jadi Wamenkeu

Mataram (NTBSatu) – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Luky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) periode 2026-2029 di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Pelantikan ini menandai kembalinya birokrat senior tersebut ke jajaran pimpinan Kemenkeu setelah sempat diberhentikan dari jabatan Direktur Jenderal Anggaran oleh mantan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.

“Senang sekali saya bisa kembali berada di sini. Saya tiada hentinya mengucap syukur Alhamdulillah atas kehendak-Nya. Saya akhirnya bisa kembali lagi ke sini,” katanya, mengutip Detik.com pada Jumat, 2 Oktober 2026.

IKLAN

Sempat Didepak dan “Hibernasi”

Sebelumnya, Luky mendatangi kantor Kemenkeu pada Kamis sore bersama Nurcholisoh Ibnu Aman yang juga resmi menjadi Wamenkeu. Menkeu Suahasil Nazara, Wamenkeu Juda Agung, serta jajaran pejabat eselon I Kemenkeu menyambut langsung kedatangan keduanya.

Dengan pelantikan ini, Kemenkeu kini memiliki tiga orang wakil menteri keuangan. Luky mengaku sempat kaget atas penunjukannya kembali ke Kemenkeu.

“Kalau kalian tanya, rasanya campur aduk. Excited, tapi juga ada kagetnya. Berat yang pasti ya Pak Menteri,” ujarnya.

IKLAN

Sebelum Pelantikan menjadi Wamenkeu, Luky menjabat sebagai Dirjen Anggaran Kemenkeu. Namun, Purbaya mencopot jabatannya pada April 2026 terkait masalah pengadaan 21.801 motor listrik untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada Badan Gizi Nasional (BGN).

Purbaya sendiri kemudian lepas dari jabatan Menkeu dan tergantikan oleh Suahasil Nazara pada 14 September 2026. Luky mengibaratkan masa penonaktifannya tersebut sebagai periode istirahat sementara.

“Kemarin saya ada masa hibernasi, jadi saya butuh waktu, butuh support bapak ibu sekalian, untuk bisa catch up, untuk bisa update, untuk bisa kita mengejar apa perkembangan terkini,” tuturnya.

Ia juga menegaskan tidak membawa agenda atau program pribadi dalam mengemban jabatan barunya.

“Saya tadi juga ditanya, jadi program Bapak apa sebagai Wakil Menteri Keuangan? Saya bilang, nggak ada. Wakil Menteri Keuangan itu adalah kami pembantu presiden, pembantu Menteri Keuangan,” ucapnya.

Tiga Fokus Utama Kerja

Dalam pelaksanaan tugas mendatang, ia memaparkan tiga fokus utama yang telah didiskusikan bersama Menkeu Suahasil Nazara. Fokus pertama menyasar penyelesaian pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang menyisakan kuartal terakhir.

“Nggak kerasa datang 1 Oktober, tinggal 3 bulan lagi. Ini etape terakhir di kuartal IV, kita tahu banyak sekali tantangannya,” katanya.

Fokus kedua berkaitan dengan persiapan pelaksanaan APBN 2027 setelah pengesahan oleh DPR agar program anggaran dapat langsung berjalan efektif. Sementara fokus ketiga berkaitan dengan konsolidasi internal organisasi.

“Terakhir juga saya diskusi dengan Pak Menteri waktu itu adalah bagaimana kita konsolidasi internal untuk terus mendorong reform. Reformasi yang Kementerian Keuangan lakukan,” tegasnya.

Luky Alfirman merupakan lulusan S1 Teknik Industri ITB tahun 1994, serta meraih gelar Master dan Ph.D bidang Ekonomi dari University of Colorado Boulder, Amerika Serikat. Kariernya di Kemenkeu bermula pada 1995 di Direktorat Jenderal Pajak, sebelum akhirnya menjabat posisi strategis seperti Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) periode 2017-2022 serta Dirjen Perimbangan Keuangan (DJPK).

Berdasarkan data LHKPN ke KPK, total harta kekayaan Luky tercatat sebesar Rp52,82 miliar tanpa utang. (*)

Artikel Terkait