Pemerintahan

TRC Infrastruktur Mulai Bergerak di Sumbawa, Gubernur Iqbal: Pengaduan Harus Diverifikasi Kurang dari 24 Jam

Mataram (NTBSatu) – Pemprov NTB mulai menerapkan pola baru dalam menangani kerusakan infrastruktur. Melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Infrastruktur, setiap pengaduan masyarakat ditargetkan sudah diverifikasi langsung di lapangan kurang dari 24 jam sebelum ditentukan jenis penanganan yang dibutuhkan.

Model tersebut mulai diterapkan di Pulau Sumbawa. Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal turun langsung melihat penanganan Jalan Sultan Kaharuddin pada Kamis, 1 Oktober 2026. Selama bertahun-tahun, masyarakat Sumbawa mengeluhkan cekungan pada badan jalan yang mengakibatkan genangan saat hujan. Bahkan, air meluap hingga kawasan rumah sakit dan permukiman warga di belakangnya.

“Pengaduan mengenai jalan ini sudah lama banget. Dari saya baru jadi gubernur 1,5 tahun yang lalu sudah ada pengaduan dari masyarakat karena ada cekungan, sehingga selalu ada genangan air tebal di situ. Air juga tumpah sampai ke rumah sakit, sampai warga di belakang rumah sakit juga selalu kebanjiran setiap musim hujan,” kata Gubernur Iqbal.

IKLAN

Menurut Iqbal, keluhan tersebut sebelumnya belum dapat ditangani secara optimal karena keterbatasan alat dan anggaran di Balai Jalan. Kondisi itu kemudian menjadi salah satu alasan Pemprov NTB membentuk TRC Infrastruktur sebagai instrumen untuk mempercepat respons terhadap laporan kerusakan infrastruktur dari masyarakat.

“Sekarang SOP-nya adalah setiap ada pengaduan, sudah harus berada di lokasi sebelum 24 jam untuk verifikasi bagaimana kondisi kerusakannya, jenis perbaikan apa yang dibutuhkan, baru nanti kembali dan menyiapkan intervensinya,” ujar mantan Duta Besar Turki tersebut.

Penanganan Jalan Sultan Kaharuddin menjadi intervensi pertama TRC Infrastruktur di Pulau Sumbawa. Meski respons terhadap laporan dibuat cepat, Iqbal menegaskan pengerjaan fisik tidak boleh dilakukan terburu-buru. Kerusakan yang telah berlangsung lama harus ditangani sampai ke sumber persoalannya agar hasil perbaikan tidak bersifat sementara.

IKLAN

“Alhamdulillah sudah berjalan cepat. Tapi memang saya yang bilang kemarin jangan buru-buru karena ini kerusakan sudah lama, pastikan perbaikan ini permanen. Jadi selamanya lah, paling tidak enggak rusak lagi,” kata Iqbal.

Karena itu, pekerjaan tidak hanya dilakukan dengan menutup bagian jalan yang rusak. Geometri Jalan Sultan Kaharuddin diperbaiki dan badan jalan ditinggikan untuk mengatasi titik cekungan. Saluran air juga ditata dan diperkuat kembali agar mampu menahan arus serta mencegah persoalan genangan berulang.

Iqbal mengakui pekerjaan sempat tertunda karena keterbatasan produksi aspal dari Asphalt Mixing Plant (AMP). Namun, material tersebut kini telah tersedia sehingga pekerjaan dapat dilanjutkan. Dia juga menyebut Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa secara intensif berkomunikasi dengan Pemprov NTB untuk mendorong penyelesaian persoalan jalan tersebut.

Menurut Iqbal, kehadiran TRC Infrastruktur diharapkan membuat pemerintah lebih cepat mengetahui persoalan di lapangan tanpa mengorbankan kualitas penyelesaiannya. Respons terhadap pengaduan harus cepat, sementara intervensi fisik tetap didasarkan pada verifikasi teknis agar persoalan yang sama tidak terus berulang.

Iqbal juga menegaskan percepatan pembangunan infrastruktur dilakukan dengan perhatian yang sama di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. “Buat semua saudara-saudaraku warga NTB yang ada di Pulau Sumbawa, tidak ada perbedaan antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Kita berikan perhatian yang sama,” tegasnya. (*)

Artikel Terkait