Breaking NewsKabupaten Bima

Ratusan Warga Lambitu Geruduk Kantor DPRD Bima, Desak Perbaiki Jalan Rusak

Bima (NTBsatu) – Ratusan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Bima, Rabu 30 September 2026.

Kedatangan warga yang tergabung dalam Aliansi Persatuan Pemuda dan Masyarakat Lambitu tersebut untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait kondisi infrastruktur jalan yang sudah sangat memprihatinkan.

Salah satu titik yang menjadi sorotan utama warga berada di wilayah Desa Teta, Kecamatan Lambitu. Kondisi jalan yang rusak itu telah berlangsung selama bertahun-tahun. Serta, belum mendapatkan penanganan secara menyeluruh dari pemerintah.

IKLAN

Warga meminta DPRD Kabupaten Bima bersama Pemerintah Kabupaten Bima tidak lagi sekadar memberikan janji manis. Namun, segera mengambil langkah nyata untuk memperbaiki jalan dan sejumlah jembatan yang menjadi akses utama masyarakat Lambitu.

Warga Desa Teta, Jaenab (45), mengatakan kedatangan ratusan warga ke DPRD Bima merupakan bentuk keresahan masyarakat. Di mana selama ini harus berhadapan dengan kondisi jalan rusak.

“Iya benar, pada hari ini kami datang ketemu DPRD untuk membahas soal jalan yang rusak,” kata Jaenab di Kantor DPRD Kabupaten Bima.

IKLAN

Menurut Jaenab, kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Kondisi itu, kata dia, sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Termasuk akses pendidikan, pelayanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi warga.

Bahkan, sejumlah warga disebut mengalami kecelakaan saat melintasi jalan tersebut. Jaenab mengaku keluarganya sendiri pernah merasakan dampak buruk dari kondisi jalan yang rusak.

“Kerusakan jalan ini sudah lama. Banyak masyarakat mengalami kecelakaan, termasuk suami saya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu persoalan yang paling warga khawatirkan adalah kondisi tanjakan dan ruas jalan yang rusak. Kondisi ini menyulitkan kendaraan, terutama kendaraan pengangkut barang.

Menurutnya, kondisi jalan yang buruk juga pernah menyulitkan masyarakat ketika harus membawa warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Pelayanan kesehatan maupun pendidikan sangat terganggu. Apalagi kalau ada warga yang sakit atau melahirkan, akses menuju puskesmas menjadi sulit,” katanya.

Janjikan Anggaran 2027

Dalam pertemuan itu, DPRD Kabupaten Bima melalui komisi III dan Pemkab Bima berjanji akan menganggarkan perbaikan jalan di Lambitu pada tahun 2027.

Warga Lambitu pun mengaku bersyukur sembari berharap ada kepastian atas janji tesebut.

Salah satu warga Lambitu, Sri Muliati (41) mengungkapkan, hasil pertemuan dengan dewan dan Pemkab menyepakati anggaran sekitar Rp8 miliar untuk perbaikan jalan dan jembatan.

Kata dia, anggaran tersebut untuk penanganan jembatan mencapai sekitar Rp2 miliar. Sementara untuk jalan, anggarannya sekitar Rp6 miliar.

Dengan demikian, total anggaran yang disampaikan dalam pembahasan tersebut sekitar Rp8 miliar untuk penanganan jalan dan jembatan.

“Untuk jembatan sekitar Rp2 miliar dan jalan Rp6 miliar. Itu yang disampaikan dalam pertemuan. Itu katanya akan dianggarkan pada tahun 2027 nanti,” ujarnya.

Sri mengatakan masyarakat tidak ingin lagi persoalan jalan hanya berhenti pada janji. Sebab, kerusakan infrastruktur tersebut telah memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat Lambitu.

Ia menyebut kondisi jalan yang rusak telah berlangsung puluhan tahun. Bahkan, sebagian masyarakat mengingat perbaikan pengaspalan terakhir yang cukup berarti dilakukan sejak lama.

“Jalan dari Lampe ke Kecamatan Lambitu sangat rusak. Sudah puluhan tahun. Saya pernah ingat pengaspalan jalan tahun 1998 yang dilakukan Telkom. Tahun 2024 masyarakat juga pernah melakukan pengaspalan secara manual,” katanya.

Menurut Sri, kondisi jalan tersebut sangat menyulitkan masyarakat, termasuk para pelajar yang setiap hari menggunakan akses tersebut.

“Yang paling merasakan tentu masyarakat, terutama para pelajar. Saya sendiri pernah merasakan bagaimana sulitnya melalui jalan yang rusak,” ujarnya.

Tampak ketua komisi III langsung memimpin RDP tersebut. Turut hadir juga kepala dinas PUPR Kabupaten Bima. (MSR)

Artikel Terkait