MBG Lombok Timur Diminta Atur Pola Menu untuk Tekan Lonjakan Harga Pangan
Lombok Timur (NTBSatu) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lombok Timur meminta pengelola Makan Bergizi Gratis (MBG) mengatur pola menu di setiap dapur. Pengaturan itu penting untuk mencegah pembelian komoditas pangan secara bersamaan, yang dapat meningkatkan permintaan dan mendorong kenaikan harga.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan HewanLombok Timur, Masyhur mengatakan, pengelola perlu membagi penggunaan telur, ayam, ikan dan komoditas lainnya ke dalam jadwal berbeda. Dengan pola tersebut, kebutuhan tidak menumpuk pada hari yang sama.
“Pola pembagian menu itu harus diatur. Jangan makan telur pada hari yang sama. Kalau 264 dapur makan telur yang sama atau makan daging yang sama, ini punya dampak,” kata Masyhur, Selasa, 29 September 2026
Menurutnya, setiap dapur dapat menggunakan komoditas berbeda dalam satu hari. Sebagian dapur menggunakan telur, sementara dapur lain memilih ayam atau ikan. SPPG kemudian dapat mengganti komoditas tersebut pada hari berikutnya.
Masyhur menilai, pola itu dapat menjaga permintaan tetap tersebar sepanjang pekan. Kondisi tersebut juga membantu menghindari lonjakan kebutuhan pada satu jenis komoditas dalam waktu yang sama.
“Kalau dapur ini makan telur, dapur ini makan ayam, dapur ini makan ikan, terus lanjutnya,” ujarnya.
Ia mencontohkan satu wilayah yang memiliki sejumlah dapur MBG. Pengelola tidak perlu memberikan menu telur kepada seluruh dapur pada hari yang sama.
Sebagian dapur dapat menggunakan telur, sedangkan dapur lainnya memakai komoditas berbeda.
MBG dan Stabilitas Pangan
Masyhur mengatakan, pembelian dalam jumlah besar secara serentak dapat meningkatkan permintaan pada hari tertentu.
Sementara itu, harga komoditas mengikuti kondisi permintaan dan pasokan pada waktu tersebut.
‘Kalau bersamaan beli itu terjadi permintaan tinggi. Tetapi kalau permintaannya rata, kebutuhan itu bisa tersebar,’ ujarnya.
Selain mengatur pola menu, Masyhur berharap, MBG dapat memperpendek rantai distribusi komoditas peternakan. Kata dia, MBG perlu membuka akses pembelian langsung dari peternak agar rantai distribusi tidak terlalu panjang..
“Saya ingin pribadi, terus terang saja, agar MBG itu langsung membeli ke peternak,” kata Masyhur.
Ia menilai, rantai distribusi yang panjang dapat membuat harga bergerak melalui beberapa tingkatan sebelum mencapai pembeli akhir.
Karena itu, Masyhur mendorong pola pengadaan yang dapat mempertemukan kebutuhan MBG dengan peternak secara lebih langsung.
“Kalau broker ini bisa langsung memotong, MBG ini langsung ke broker, harga ayam bisa naik. Untungan pengusaha ini bisa dipangkas,” ujarnya.
Masyhur mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali menyampaikan masukan mengenai pola menu tersebut.
Menurutnya, pengaturan kebutuhan setiap dapur perlu dilakukan sejak awal agar program MBG tidak menciptakan permintaan tinggi pada komoditas tertentu dalam waktu bersamaan.
“Sudah berapa kali saya berikan masukan, atur pola penggunaan menu di masing-masing dapur. Jangan sampai makan telur bersamaan,” katanya.
Ia menegaskan, pengaturan pola menu juga berkaitan dengan tugas pemerintah daerah menjaga stabilitas harga pangan dan mengendalikan inflasi. (*)




