Debu Proyek Jalan di Sumbawa Ganggu Kesehatan, Balai Jalan NTB Janji Tambah Penyiraman
Sumbawa Besar (NTBSatu) – Balai Penanganan Jalan Provinsi Wilayah Pulau Sumbawa berjanji meningkatkan penyiraman di ruas Jalan Sultan Kaharuddin, tepatnya di depan RSUD Sumbawa. Langkah tersebut menjadi respons atas keluhan masyarakat terkait debu yang muncul selama proses penanganan jalan berlangsung.
Kepala Balai Penanganan Jalan Provinsi Wilayah Pulau Sumbawa, Mustafa, S.T., M.T., menyampaikan komitmen tersebut saat meninjau langsung lokasi pada Senin, 28 September 2026. Ia mengatakan Balai Jalan akan meningkatkan frekuensi penyiraman menjadi dua kali sehari untuk menekan dampak debu yang mengganggu aktivitas masyarakat.
“Kami akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan mengupayakan penyiraman jalan dua kali sehari. Kami juga telah menyampaikan langkah tersebut kepada Pemerintah Desa Kerato,” ujarnya, Senin, 28 September 2026.
Menurut Mustafa, Balai Jalan menyadari keluhan masyarakat yang tinggal dan menjalankan usaha di sekitar ruas jalan tersebut. Karena itu, pihaknya akan memaksimalkan upaya pengendalian debu selama pekerjaan jalan masih berlangsung.
Meski demikian, Mustafa mengakui Balai Jalan menghadapi kendala sarana pendukung. Saat ini, UPT Pemeliharaan Jalan Provinsi NTB belum dapat mengoperasikan armada tangki air karena kerusakan pada unit yang tersedia.
Karena itu, Balai Jalan menyiapkan opsi penyewaan tangki air agar petugas tetap dapat menjalankan penyiraman sesuai rencana. Mustafa menegaskan pihaknya tidak akan menghentikan upaya pengendalian debu meskipun menghadapi keterbatasan peralatan.
“Kami tidak dapat mengoperasikan tangki air yang kami miliki karena unit tersebut mengalami kerusakan. Karena itu, kami mengupayakan penyewaan tangki air agar kegiatan penyiraman tetap berjalan,” katanya.
Selain kendala peralatan, Mustafa juga menyoroti cuaca panas yang mendominasi wilayah Sumbawa dalam beberapa bulan terakhir. Menurutnya, suhu tinggi membuat air cepat menguap sehingga debu kembali muncul dalam waktu relatif singkat setelah penyiraman.
Tunggu Jadwal Produksi Aspal
Sementara itu, Mustafa juga menjelaskan progres penanganan Jalan Sultan Kaharuddin di depan RSUD Sumbawa. Ia menegaskan Balai Jalan menangani ruas tersebut melalui program pemeliharaan dan bukan melalui paket kontraktual.
Menurutnya, Balai Jalan saat ini masih menunggu jadwal produksi aspal dari AMP Sinar Bali maupun AMP Metro. Kedua perusahaan tersebut masih memprioritaskan kebutuhan material pada paket pekerjaan yang sedang mereka tangani.
Meski demikian, Balai Jalan terus membangun koordinasi dengan penyedia material agar pasokan aspal segera tersedia. Setelah material tersedia, petugas akan melanjutkan tahapan pekerjaan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kami menangani ruas ini melalui program pemeliharaan. Saat ini kami masih menunggu jadwal produksi aspal dari AMP Sinar Bali maupun AMP Metro karena keduanya masih memenuhi kebutuhan pekerjaan lain,” pungkas Mustafa.
Balai Jalan berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang terjadi di lapangan. Pada saat yang sama, pihaknya berkomitmen mempercepat penanganan ruas Jalan Sultan Kaharuddin sekaligus mengurangi dampak debu yang selama ini menjadi keluhan warga. (*)




