Sumbawa

Hadapi Proyek Elang-Lempui, Pemkab Sumbawa Siapkan 20 Ribu Tenaga Kerja Lokal

Sumbawa Besar (NTBSatu) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa mulai menyiapkan tenaga kerja lokal untuk menghadapi perkembangan investasi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), khususnya proyek Elang dan Lempui. Pemerintah memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja mencapai 20 ribu orang secara bertahap hingga tahun 2030 dan menargetkan 70 persen di antaranya berasal dari masyarakat Sumbawa.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs. Mohamad Ansori, menyampaikan hal tersebut saat menjawab pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Kabupaten Sumbawa Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna DPRD Sumbawa, Jumat, 25 September 2026.

Ansori mengatakan pemerintah tidak ingin masyarakat Sumbawa hanya menjadi penonton ketika investasi besar mulai berkembang di daerah. Karena itu, pemerintah mulai menyiapkan sumber daya manusia agar mampu mengisi peluang kerja yang tersedia.

IKLAN

“Kita perlu mempersiapkan kompetensi tenaga kerja lokal melalui pelatihan yang terakreditasi agar peluang penyerapan tenaga kerja lokal dapat dimaksimalkan,” ujarnya.

Siapkan Kompetensi Tenaga Kerja Lokal

Ansori menjelaskan proyek Elang dan Lempui akan membuka kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah besar pada tahap konstruksi maupun operasional.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan masyarakat lokal memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri agar mampu bersaing di pasar kerja.

IKLAN

Karena itu, pemerintah akan memperkuat program pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi tenaga kerja yang melibatkan berbagai pihak.

“Kita harus mempersiapkan masyarakat sejak sekarang agar peluang kerja yang muncul dapat dimanfaatkan oleh tenaga kerja lokal,” katanya.

Investasi Berpotensi Tambah Pendapatan Daerah

Selain membuka lapangan kerja, investasi sektor pertambangan juga berpotensi meningkatkan pendapatan daerah.

Ansori mengatakan pemerintah mulai menghitung berbagai sumber penerimaan yang dapat bertambah seiring perkembangan proyek Elang dan Lempui.

Penerimaan tersebut antara lain berasal dari dana bagi hasil landrent dan royalti, bagian laba bersih perusahaan, Pajak Bumi dan Bangunan sektor pertambangan, PPh Pasal 21, hingga Pajak Barang dan Jasa Tertentu dari sektor makanan, minuman, restoran, dan hiburan.

Pemerintah juga mendorong perusahaan dan kontraktor yang beroperasi di wilayah tambang menggunakan kendaraan dengan registrasi Kabupaten Sumbawa.

Langkah tersebut bertujuan meningkatkan penerimaan daerah dari opsen Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.

Pemkab Gencarkan Sosialisasi kepada MasyarakatDi sisi lain, pemerintah terus melakukan sosialisasi terkait perkembangan investasi AMNT kepada masyarakat.

Pemerintah melibatkan PT AMNT dan PT Sumbawa Juta Raya dalam berbagai kegiatan sosialisasi agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai perkembangan investasi tersebut.

Ansori menilai keterbukaan informasi menjadi langkah penting untuk membangun pemahaman masyarakat sekaligus menyiapkan berbagai sektor yang akan terdampak oleh investasi.

“Pemerintah daerah perlu mempersiapkan masyarakat sejak sekarang agar mampu mengambil peluang ekonomi yang muncul dari perkembangan investasi ini,” ujarnya.

Warga Lokal Harus Menjadi Pelaku Utama

Ansori menegaskan pemerintah akan menghubungkan program pembangunan daerah dengan kebutuhan investasi yang berkembang di Sumbawa.

Menurutnya, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang diterima masyarakat lokal.

Karena itu, pemerintah ingin memastikan warga Sumbawa menjadi pelaku utama dalam berbagai aktivitas ekonomi yang tumbuh dari proyek tersebut.

“Pemerintah tidak ingin masyarakat hanya menjadi penonton. Masyarakat harus menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi yang lahir dari investasi ini,” tegas Ansori.

Ia berharap pengembangan proyek Elang dan Lempui dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja, meningkatkan pendapatan daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat Sumbawa. (*)

Artikel Terkait